PATI, Harianmuria.com – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, akhirnya bisa bernafas lega, setelah protes mereka terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) diakomodasi.
Pemerintah Kecamatan Dukuhseti memutuskan untuk mengubah waktu distribusi menu makanan MBG agar tidak berbenturan dengan jam jualan para pedagang.
Program MBG yang digulirkan di sekolah-sekolah sebelumnya dikeluhkan para PKL karena menyebabkan penurunan omzet hingga 50 persen. Kondisi ini memicu aksi protes di halaman Kantor Kecamatan Dukuhseti pada Rabu, 5 November 2025.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak kecamatan memfasilitasi audiensi bersama antara PKL, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan sejumlah pihak terkait pada Jumat, 7 November 2025.
Camat Dukuhseti, Suhartono, mengatakan dari hasil pertemuan itu disepakati bahwa jadwal pembagian menu MBG diubah dari pagi menjadi setelah jam istirahat pertama di sekolah.
“Perwakilan kelompok PKL meminta agar pembagian menu MBG dilakukan setelah jam istirahat pertama. Setelah melalui musyawarah bersama kepala sekolah, dinas pendidikan, dan Kemenag, akhirnya disepakati jadwal diubah,” jelasnya .
Jam Pembagian Menu MBG Disesuaikan
Menurut Suhartono, penyesuaian waktu dilakukan berdasarkan tingkat pendidikan agar pelaksanaan MBG tetap lancar tanpa mengganggu aktivitas belajar dan usaha PKL di sekitar sekolah.
“Untuk kelas 1 dan 2 SD, pembagian makanan masih diperbolehkan sebelum pukul 09.00 pagi.
Sedangkan kelas 3 SD ke atas hingga SMP dan SMA, pembagian dilakukan mulai pukul 10.00, setelah jam istirahat pertama,” terangnya.
PKL Sambut Baik Perubahan Jadwal
Perwakilan PKL Dukuhseti, Muhammad Zamroni, menyambut positif keputusan tersebut. Ia mengaku, sejak program MBG dijalankan, pendapatan pedagang turun drastis karena waktu pembagian menu saat jam istirahat bertepatan dengan waktu jualan mereka.
“Sejak program MBG bergulir, pendapatan kami turun hampir 50 persen. Bahkan untuk muter uang buat beli bahan baku saja sulit karena omzet jauh berkurang, karena kami jualan jajanan di jam yang sama dengan pembagian menu MBG,” ungkap Zamroni.
Ia menegaskan bahwa para PKL tetap mendukung program MBG. “Kami dukung program MBG karena itu untuk masa depan anak-anak. Kami hanya berharap jadwalnya disesuaikan supaya usaha kami tetap jalan,” ujarnya.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










