BLORA, Harianmuria.com – Laju inflasi di Kabupaten Blora pada tahun 2025 tercatat terkendali di angka 2,5 persen. Hal ini berkat langkah strategis yang dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Blora dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah setempat.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Blora, Puji Ariyanto, menjelaskan bahwa TPID terus mengintensifkan pengendalian harga melalui operasi pasar serta pemberian subsidi untuk menekan lonjakan harga bahan pokok.
“Inflasi Blora biasanya naik saat momen Natal, Idulfitri, dan Tahun Baru, tetapi tahun ini berhasil dikendalikan dengan baik berkat peran aktif TPID,” ujar Puji, Selasa, 9 September 2025.
Perbandingan dan Tren Inflasi Blora
Per September 2025, inflasi nasional tercatat sebesar 2,31 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan Blora yang berada di angka 2,5 persen. Namun, angka ini masih dalam batas wajar dan sesuai target pengendalian inflasi.
Data historis menunjukkan inflasi di Blora sempat mencapai puncaknya pada tahun 2014 dengan angka 7,13 persen, disusul tahun 2022 yang mencapai 6,40 persen. Namun, pada tahun 2024, inflasi Blora berhasil turun menjadi 1,54 persen, dan saat ini, per September 2025, berada di angka 2,5 persen.
Puji menambahkan, upaya pengendalian inflasi di Blora mengacu pada Kabupaten Rembang yang dinilai memiliki karakter geografis serupa, dengan capaian inflasi 1,54 persen.
Kendalikan Harga Lewat Operasi Pasar dan Subsidi
TPID Blora secara aktif melaksanakan sejumlah upaya strategis, mulai dari operasi pasar murah, subsidi harga bahan pokok, hingga pemantauan harga secara berkala.
Salah satu langkah efektif yakni kolaborasi dengan BUMD untuk memberikan subsidi sebesar Rp3.000 per item pada komoditas utama seperti minyak goreng, telur, dan beras.
“Subsidi ini diberikan atas arahan TPID agar harga tetap terkendali di pasar dan tidak memberatkan masyarakat,” tutur Puji.
Pemantauan Rutin Harga Oleh TPID
TPID Blora melakukan pemantauan harga pasar secara rutin setiap hari Senin, dengan melibatkan berbagai unsur lintas sektor, antara lain Bupati Blora sebagai Ketua TPID, Sekda sebagai pelaksana harian, serta perwakilan dari OPD teknis, Polri, TNI, BUMD, dan BUMN.
“Kami pastikan harga di pasar tidak dimainkan oleh oknum pedagang. Tujuan utama kami menjaga inflasi tetap dalam target nasional, yaitu 2,5 persen,” tegas Puji.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










