SALATIGA, Harianmuria.com – Harga daging ayam di Pasar Raya Kota Salatiga terus mengalami lonjakan. Per Selasa, 16 September 2025, harga daging ayam telah mencapai Rp40.000 per kilogram, naik Rp3.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan harga normal Agustus lalu Rp30.000, kenaikannya mencapai Rp10.000 per kilogram. Lonjakan harga ini dikeluhkan oleh pedagang maupun pembeli, karena berimbas langsung pada penurunan daya beli masyarakat dan penurunan omzet pedagang.
Stok Ayam Terbatas, Harga Terus Naik
Menurut Tika, seorang pedagang di kios daging ayam Pasar Raya 1 Salatiga, kenaikan harga mulai terjadi sejak awal September. Ia menyebutkan bahwa pasokan ayam dari peternak berkurang karena sebagian besar ayam belum masuk masa panen.
“Normalnya Rp30.000 per kilo, sekarang sudah tembus Rp40.000. Ini karena stok dari peternak memang sedang terbatas,” ujar Tika, Selasa, 16 September 2025.
Kondisi ini menyebabkan penjualan turun hingga 30 persen, karena banyak pelanggan memilih mengurangi pembelian atau bahkan membatalkannya.
“Banyak pelanggan yang batal beli. Harga segini berat buat mereka,” tambahnya.
Konsumen Terpaksa Tetap Membeli Meski Mahal
Sementara itu, Rani, seorang pembeli, mengaku tetap membeli meski harga melonjak. Ia mengatakan kebutuhan rumah tangga, khususnya untuk anak-anak, membuatnya tak punya banyak pilihan.
“Walau mahal, tetap beli. Anak-anak butuh makan daging. Tapi ya jadi keluar biaya lebih,” ungkapnya.
Ia berharap harga bisa segera kembali normal, setidaknya ke kisaran Rp30.000 per kilogram agar tidak semakin membebani masyarakat.
“Ekonomi juga sedang sulit. Semoga pemerintah bisa bantu stabilkan harga,” harapnya.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










