REMBANG, Harianmuria.com – Seorang guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, mendatangi Kantor DPRD Rembang pada Senin, 1 September 2025. Guru berinisial N itu meminta perlindungan usai mengaku mengalami perundungan (bullying) sejak 2024.
Guru N yang mengajar di salah satu SD negeri tersebut datang dengan mata sembap dan wajah penuh tekanan. Ia hadir sekitar pukul 10.50 WIB, tepat setelah audiensi mahasiswa di Ruang Paripurna DPRD selesai.
Mengaku Di-bully Rekan Guru hingga Kepala Sekolah
Dalam keterangannya, N mengaku mengalami tekanan psikis dan mental akibat perlakuan tidak menyenangkan dari rekan sejawat bahkan kepala sekolah.
“Maksud kedatangan saya ke sini ingin mencari perlindungan dan keadilan karena hampir setiap hari saya di-bully oleh rekan-rekan guru,” ungkapnya sambil menunjukkan sejumlah bukti berupa tangkapan layar unggahan akun anonim di media sosial.
Ia juga menceritakan bahwa kertas berisi tangkapan layar tersebut ditempel di mejanya. Namun saat ia mencoba melepasnya, rekan guru lain justru memarahinya.
Karena merasa tertekan, N bahkan mengambil cuti empat hari dari sekolah dengan alasan berbeda demi mencari jalan keluar dari masalah yang dialami.
“SK mengajar baru saya terima beberapa waktu lalu, sebelumnya tidak diberikan,” tambahnya.
Kondisi psikologis Guru N terlihat sangat terguncang. Ia tampak tidak percaya kepada siapapun dan cenderung tertutup soal identitas maupun kronologi lengkap permasalahan yang ia alami.
DPRD dan Dinas Pendidikan Rembang Turun Tangan
Melihat kondisi N yang tampak terguncang, anggota DPRD Rembang Komisi IV, Puji Santoso, langsung melakukan audiensi singkat.
“Dia merasa di-bully dan tertekan. Mungkin karena dipendam cukup lama, dia datang ke DPRD. Kondisinya tidak stabil, bisa jadi depresi berat, apalagi dia juga punya bayi usia 3 bulan,” jelas Puji.
Tak lama setelah itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang, Sutrisno, hadir dan menemui N. Ia berjanji akan menindaklanjuti kasus ini secara serius.
“Nanti saya urai permasalahannya, baru saya carikan solusi. Di Dinas Pendidikan ada tim yang bisa menangani ini,” tegas Sutrisno.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










