BLORA, Harianmuria.com – Program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang dijalankan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Polres Blora mendapatkan apresiasi tinggi dari para guru di sekolah-sekolah penerima manfaat. Mereka menilai distribusi menu MBG dari SPPG tersebut efisien, tepat waktu, dan variatif.
Diketahui, ada 29 sekolah di Kabupaten Blora yang menjadi sasaran program MBG Polres Blora. Meski jumlah titik cukup banyak, proses pengantaran makanan dinilai berjalan sangat efisien dan disiplin waktu.
Menu MBG Tiba Tepat Waktu dan Bervariasi
Guru kelas VI SDN 3 Jepon, Sri Wahyuni, menyampaikan rasa puasnya terhadap pelaksanaan program MBG. Ia menilai, ketepatan waktu menjadi keunggulan utama dari SPPG Polres Blora.
“Alhamdulillah, MBG dari SPPG Polres Blora ini datangnya selalu tepat waktu. Pernah kami minta diantar lebih awal karena ada acara, dan benar-benar diantar lebih dulu,” ujarnya, Senin, 3 November 2025.
Sri menambahkan, makanan biasanya tiba di sekolah sekitar pukul 09.00 WIB dengan menu yang selalu berganti setiap hari.
“Rasanya enak, nasinya hangat, dan tidak monoton. Kami mendapat 287 porsi, semua lengkap dan layak konsumsi,” tuturnya.
Menurutnya, program ini sangat membantu siswa yang sering berangkat sekolah tanpa sarapan karena orang tua bekerja sejak pagi.
“Anak-anak jadi lebih semangat dan fokus belajar. Kami berharap program MBG ini terus berlanjut,” harapnya.
Sekolah Atur Waktu agar Distribusi Lancar
Koordinator MBG di SMKN 1 Jepon, Deny Susanto, menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyesuaikan jadwal pembagian makanan agar tidak mengganggu kegiatan belajar maupun waktu salat.
“Jumlah pelajar di SMKN 1 Jepon ada 1.048 siswa. Waktu istirahat kami majukan menjadi pukul 11.30–12.30 untuk mendukung distribusi MBG,” jelasnya.
Deny menegaskan, program MBG dari SPPG Polres Blora tidak hanya memastikan makanan bergizi dan higienis, tetapi juga menjaga distribusi yang cepat dan tepat waktu.
“Ini bukti nyata komitmen Polres Blora dalam mendukung peningkatan gizi dan semangat belajar siswa di Kabupaten Blora,” pungkasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










