JEPARA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terus memacu kebangkitan sektor pariwisata, khususnya di wilayah timur. Melalui agenda Bupati Ngantor di Desa yang digelar di BBC Park Muryolobo, Bupati Jepara Witiarso Utomo (Mas Wiwit) memetakan arah pengembangan wisata Nalumsari sebagai kawasan unggulan baru.
Pengembangan Wisata Alam dan Edukasi
Dalam rencana jangka panjang, wilayah timur Jepara akan dikembangkan sebagai destinasi edukasi alam, UMKM, dan wisata keluarga. Wisatawan nantinya dapat menikmati variasi pohon, buah-buahan, aktivitas bermain, hingga mengenal proses produksi UMKM khas daerah.
“Nalumsari punya potensi wisata alam yang komplet. Ini harus kita kelola lebih serius,” ujar Mas Wiwit.
Gebyok Jadi Andalan Wisata Budaya
Selain wisata alam, Pemkab Jepara menjadikan seni ukir gebyok sebagai andalan utama. Empat desa – Belimbing, Gemiring Lor, Gemiring Kidul, dan Jatisari – ditetapkan sebagai sentra produksi gebyok.
Rencananya, kawasan ini akan dikembangkan menjadi destinasi tur wisata budaya, tempat wisatawan bisa melihat langsung proses pembuatan ukiran hingga membeli produk dari perajin.
“Para wisatawan nantinya dapat melihat proses pembuatan ukiran hingga memilih produk langsung dari perajin,” ujarnya.

Pemkab Jepara juga menyiapkan jalur wisata UMKM yang menghubungkan berbagai produk khas daerah seperti kluwek, susu ettawa, dan alat terbangan.
Program pembangunan akan dimulai tahun 2026, ditandai dengan persiapan lahan dan pembangunan selter tahap pertama dan kedua.
“Desa Tunggul Pandean sudah menyiapkan lahan sekitar 1,4 hektare sebagai titik awal pembangunan,” terang Mas Wiwit.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










