KUDUS, Harianmuria.com – Seperangkat gamelan tradisional yang dulunya menjadi ikon kehormatan Pendapa Kabupaten Kudus kini dialihfungsikan menjadi benda pusaka. Gamelan yang terdiri dari lebih dari 50 instrumen ini sebelumnya dibiarkan mangkrak dan tak terawat selama bertahun-tahun.
Pantauan di lokasi pada Senin, 4 Agustus 2025, tampak dua pekerja sibuk membersihkan instrumen gamelan yang sebelumnya disimpan di gudang belakang Kantor Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kudus. Pembersihan dilakukan secara menyeluruh dengan amplas untuk mengangkat karat dan debu yang menempel.
Instrumen-instrumen seperti bonang, kenong, kempul, saron, gender, dan gong akan disusun ulang sebagai pajangan permanen di pojok kiri Pendapa Kabupaten Kudus. Pihak pemerintah daerah menilai, meski tidak lagi difungsikan secara musikal, gamelan tersebut tetap memiliki nilai historis dan budaya tinggi.
“Sudah lama tidak digunakan dan tidak memungkinkan difungsikan kembali. Maka akan dijadikan benda pusaka sebagai pelengkap sakral Pendapa,” jelas Bambang Widyanarko, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kudus.
Gamelan Tua yang Tak Terawat
Menurut Bambang, gamelan ini terbuat dari kuningan berkualitas tinggi dan pernah menjadi simbol budaya lokal yang menghiasi wajah Pendapa Kudus. Namun, keterbatasan anggaran dan tidak adanya perawatan berkala menyebabkan kondisinya menurun drastis.
Setelah wafatnya dua juru rawat gamelan, Mbah Bejo dan Suparto, perangkat gamelan ini tak lagi tersentuh. Beberapa bagian bahkan hilang.
“Demung tinggal satu, saron hilang, slenthem juga sudah nggak ada,” ungkap Waris (66), petugas yang kini ditugaskan kembali merawat gamelan tersebut.
Dirawat Kembali Sebagai Simbol Budaya
Waris menyebut proses pembersihan diperkirakan memakan waktu satu minggu. Setelah dibersihkan, seluruh gamelan akan disusun kembali sebagai simbol kejawen dan filosofi budaya Jawa.
“Pendapa tanpa gamelan rasanya hambar. Meski tak bisa lagi ditabuh, keberadaannya tetap penting sebagai simbol budaya Kudus,” ujarnya.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










