KENDAL, Harianmuria.com – Kabupaten Kendal bersiap menjadi tuan rumah ajang balap motor trail ekstrem Hiu Selatan International Hard Enduro ke-7, yang akan digelar pada 4–6 Juli 2025. Event berskala internasional ini akan diikuti oleh sekitar 400 riders, termasuk 32 peserta dari 20 negara.
Kegiatan ini menjadi daya tarik besar tidak hanya bagi pecinta otomotif, tetapi juga masyarakat luas karena dipadukan dengan promosi UMKM lokal dan sport tourism.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kendal, Achmad Ircham Chalid, mengonfirmasi seluruh kesiapan teknis, termasuk tiga sirkuit utama, telah rampung.
“Hiu Selatan memang kegiatan internasional, dan tahun ini diikuti peserta dari 20 negara. Untuk sirkuit sudah siap 100 persen. Ada tiga lokasi utama: Stadion Kebondalem, Magangan, dan Nolokerto,” jelas Ircham, Senin, 23 Juni 2025.
Event ini akan digelar selama tiga hari, dari tanggal 4 hingga 6 Juli 2025. Selain kompetisi, panitia juga menyiapkan area khusus untuk UMKM sebagai sarana memperkenalkan potensi Kendal kepada peserta dan pengunjung dari berbagai daerah dan negara.
“Kami ingin momen ini juga mengangkat produk lokal Kendal. Jadi selain nonton balap, pengunjung bisa menikmati hasil UMKM,” imbuh Ircham.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut positif penyelenggaraan Hiu Selatan di Kendal. Ia menilai kegiatan ini memiliki dampak besar dalam pengembangan sport tourism serta peningkatan ekonomi lokal.
“Tak hanya balap Enduro, event ini menghadirkan kegiatan lain seperti BMW Bike Week dan bazar UMKM. Ini potensi besar untuk Kendal dan Jawa Tengah,” ujarnya usai meninjau sirkuit, Minggu, 22 Juni 2025.
Koordinator Event, Lau Aguan, menyampaikan bahwa tahun ini menjadi pertama kalinya Hiu Selatan Hard Enduro digelar di luar Cilacap, setelah enam tahun berturut-turut berlangsung di sana.
“Tahun ini kami buat beda. Finalnya digelar malam hari, dan peserta dari luar negeri tercatat 32 orang. Total peserta bisa menembus 400 lebih,” jelasnya.
Lau menambahkan, Kendal dipilih karena lokasinya strategis, mudah diakses dari berbagai wilayah di Jawa, dan dekat dengan Exit Tol Trans Jawa.
“Ada sembilan kategori yang dipertandingkan: Internasional Pro, Internasional Amatir, Nasional Pro, Nasional Amatir, 35+, 45+, Women, Junior, dan Lokal,” ungkapnya.
(ARVIAN MAULANA – Harianmuria.com)










