SALATIGA, Harianmuria.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga terus mendorong sektor ekonomi kreatif sebagai kekuatan baru dalam menopang pertumbuhan pariwisata daerah.
Ekonomi kreatif (ekraf) dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat daya saing Salatiga di tengah pesatnya perkembangan destinasi wisata di Jawa Tengah.
Kreativitas Warga Jadi Ciri Khas Salatiga
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan mengatakan, Salatiga tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kreativitas masyarakatnya yang tinggi.
“Banyak produk lokal seperti kuliner, kriya, dan desain yang kini mampu menembus pasar regional hingga nasional,” ujar Robby dalam keterangan tertulis, Senin, 27 Oktober 2025.
Menurutnya, potensi kreativitas warga menjadi kekuatan penting untuk menciptakan ekonomi berbasis inovasi dan budaya lokal.
Dukungan untuk UMKM dan Pelaku Ekraf
Pemkot Salatiga berkomitmen memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui berbagai program pelatihan, promosi, dan kolaborasi.
“Kami menyediakan ruang kolaborasi, pelatihan, dan dukungan promosi bagi pelaku ekonomi kreatif. Pemkot juga bekerja sama dengan kampus dan komunitas untuk memperluas jejaring serta meningkatkan kualitas produk lokal,” jelas Robby.
Langkah ini diharapkan mendorong UMKM kreatif Salatiga untuk naik kelas dan memperluas jangkauan pasar, baik di tingkat regional maupun nasional.
Produk Kreatif Jadi Daya Tarik Wisata Baru
Robby menilai, ekonomi kreatif dan pariwisata adalah dua sektor yang saling mendukung. Produk-produk seperti craft, fesyen, kopi, dan kuliner khas Salatiga bisa menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.
“Kami ingin wisatawan yang datang ke Salatiga tidak hanya menikmati pemandangan, tapi juga membawa pulang pengalaman dan produk khas Salatiga,” tegasnya.
Dengan sinergi tersebut, Pemkot berharap sektor pariwisata Salatiga tidak hanya tumbuh dari sisi destinasi alam, tetapi juga dari identitas budaya dan kreativitas masyarakat.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










