BLORA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora berhasil menghemat anggaran sebesar Rp47,97 miliar dari hasil efisiensi yang dilakukan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025. Anggaran ini akan difokuskan untuk memperkuat program-program prioritas nasional, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Plt Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Blora, Susi Widyorini, mengatakan efisiensi tersebut selaras dengan Nawacita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan akan direalisasikan pada semester kedua tahun anggaran 2025.
“Ada lima sektor yang menjadi prioritas, namun fokus utama tetap pada tiga sektor besar yang masih menjadi pekerjaan rumah di Kabupaten Blora,” ujar Susi, Senin, 25 Agustus 2025.
Infrastruktur Terima Alokasi Tertinggi
Dari total efisiensi anggaran, alokasi terbesar diberikan untuk sektor infrastruktur senilai Rp24,12 miliar, disusul sektor kesehatan sebesar Rp19,52 miliar, dan pendidikan senilai Rp3,17 miliar.
Selain itu, sektor ketahanan pangan juga menerima alokasi sebesar Rp305,9 juta, dan sektor prioritas lainnya sebesar Rp839,4 juta. Alokasi ini ditujukan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Blora.
“Penyaluran anggaran ini akan dilaporkan ke pemerintah pusat, sesuai dengan ketentuan dalam surat edaran. Semua penggunaannya harus transparan dan tepat sasaran,” tambah Susi.
Fokus Peningkatan Layanan Kesehatan
Khusus untuk sektor kesehatan, tambahan anggaran akan difokuskan pada peningkatan fasilitas dan alat kesehatan di RSUD Samin Surosentiko Randublatung. Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora, Edi Widayat, menyebut anggaran tersebut akan digunakan untuk memenuhi standar akreditasi dan persyaratan dari BPJS Kesehatan.
“Peningkatan fasilitas termasuk pengadaan alat kesehatan akan dilakukan sesuai dengan rekomendasi kredensialing dan akreditasi,” jelas Edi.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










