SALATIGA, Harianmuria.com – Komisi A DPRD Kota Salatiga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di empat kecamatan, yaitu Tingkir, Sidomukti, Argomulyo, dan Sidorejo, pada Selasa, 14 Oktober 2025.
Hasil sidak menunjukkan masih banyak bangunan sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa, terutama saat musim penghujan tiba.
Sejumlah SDN di Salatiga Ditemukan Rusak
Anggota Komisi A DPRD Kota Salatiga, Laurens Adrian, menyampaikan keprihatinan atas kondisi fisik beberapa sekolah yang dinilai sudah tidak layak digunakan.
“Kami melihat langsung kondisi beberapa sekolah dasar di Salatiga, dan memang cukup memprihatinkan. Ada bangunan yang turun, lantai yang hancur, dan struktur yang rapuh. Ini membahayakan siswa yang beraktivitas setiap hari di sana,” ungkap Laurens, Rabu, 15 Oktober 2025.
Ia mencontohkan salah satu kasus di SDN Kumpulrejo 1 di Kecamatan Argomulyo, di mana lantai ruang kelas mengalami keretakan dan penurunan tanah, membuat lingkungan belajar terasa tidak aman.
“Jika hujan turun dengan intensitas tinggi, kondisi tanah yang labil bisa semakin parah dan mengancam keselamatan siswa,” tambahnya.
DPRD Desak Pemkot Segera Bertindak
Selain SDN Kumpulrejo 1, Komisi A juga menyoroti kondisi SDN Sidorejo Kidul 2, SDN Tingkir Lor 1 dan 2, serta SDN Mangunsari 1, yang dinilai memerlukan perbaikan segera.
Laurens menilai, hal ini menjadi ironi bagi Salatiga yang dikenal sebagai kota pendidikan terbaik di Indonesia, namun masih memiliki sekolah dasar dengan kondisi fisik memprihatinkan.
“Salatiga dikenal sebagai kota pendidikan, tapi masih ada sekolah yang rusak dan tidak layak. Ini ironis. Kami mendesak Dinas Pendidikan dan Dinas Pekerjaan Umum segera mengambil langkah konkret,” tegasnya.
Keselamatan Siswa Harus Jadi Prioritas
Laurens menekankan bahwa perbaikan harus segera dilakukan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Jangan menunggu sampai ada korban atau bangunan roboh baru diperbaiki. Ini soal keselamatan anak-anak kita,” pungkasnya.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










