JEPARA, Harianmuria.com – Wakil Ketua DPRD Jepara, Junarso, memberikan apresiasi tinggi kepada Suraji, seorang difabel yang tak kenal lelah melestarikan seni tradisional wayang kulit. Kunjungan dilakukan langsung ke rumah Suraji di Desa Tunahan, Kecamatan Keling, sebagai bentuk dukungan terhadap dedikasinya mempertahankan warisan budaya leluhur.
Suraji – yang akrab disapa Raji – sudah menekuni dunia pembuatan dan perbaikan wayang kulit sejak tahun 1994, meneruskan keahlian turun-temurun dari sang ayah. Meski memiliki keterbatasan fisik, semangatnya tidak pernah surut.
“Kami sangat mengapresiasi perjuangan Mas Raji dalam menjaga budaya lokal. Ini bukti bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk berkarya,” ujar Junarso.
Ia bahkan berencana memesan beberapa wayang karya Suraji sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya lokal. Menurutnya, Suraji adalah contoh nyata sosok dengan semangat juang tinggi di tengah keterbatasan.
Wayang Kulit sebagai Media Edukasi
Junarso menekankan bahwa wayang kulit bukan sekadar hiburan, melainkan juga media edukasi yang efektif untuk mengenalkan budaya kepada generasi muda. Ia pun mendorong sekolah menghadirkan wayang untuk alat peraga pendidikan budaya dan sejarah.
“Dengan menghadirkan wayang di sekolah, guru lebih mudah mengenalkan karakter tokoh pewayangan sekaligus menumbuhkan rasa cinta budaya. Siswa juga bisa termotivasi mengembangkan kreativitas dan keterampilan bila melihat langsung proses pembuatannya,” ungkapnya.
Dalam sebulan, Suraji rata-rata menerima dua hingga tiga pesanan dari dalang hingga pemilik persewaan wayang. Ia juga membuat wayang dari bahan kertas atau karpet agar bisa digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah.
“Anak-anak tetap bisa belajar seni pedalangan meskipun dari bahan sederhana,” kata Suraji.
Dukungan untuk Difabel Pelestari Budaya
Junarso menyampaikan harapannya agar pemerintah lebih memberi ruang dan dukungan kepada kaum difabel yang berkontribusi besar dalam pelestarian budaya.
“Mereka bukan hanya layak dibantu, tetapi juga layak dihargai sebagai penjaga budaya bangsa,” tegasnya.
Jurnalis: Basuki










