JEPARA, Harianmuria.com – Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Jawa Tengah, mengoptimalkan pemanfaatan lahan tambak di Kabupaten Jepara untuk mempercepat pengembangan usaha budidaya bandeng berbasis klaster di Desa Ujungwatu, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara.
“Tahun 2023 BBPBAP Jepara menggarap setidaknya 200 hektare untuk pengembangan usaha budidaya bandeng berbasis klaster di Desa Ujungwatu, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara,” kata Kepala BBPBAP Jepara Supito, Jumat (21/7/2023).
Sebelumnnya, BBPBAP Jepara telah berhasil mengembangkan usaha budidaya bandeng dengan teknologi tradisional dan semi intensif sejak ditetapkannya Kecamatan Donorojo sebagai Kampung Perikanan Budidaya 2021.
Supito menyatakan komitmen untuk mendorong perekonomian masyarakat Jepara dengan memanfaatkan potensi unggulan yang dimiliki karena komoditas bandeng merupakan alternatif yang bisa digarap karena Jepara memiliki keunggulan komparatif yang tinggi.
Ia menjelaskan bahwa kampung perikanan budidaya bandeng di Jepara memiliki luas lahan potensial 200 hektare, terdiri atas lima kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) dengan jumlah anggota 75 pembudidaya.
Menurut dia, kampung budidaya bandeng ini, telah memberikan bukti nyata adanya peningkatan ekonomi masyarakat terutama terhadap daya beli pembudidaya ikan. Ke depan dalam jangka pendek, kampung ini ditargetkan memberikan “multiplier effect” bagi perputaran ekonomi lokal.
Sementara itu, Pj (Penjabat) Bupati Jepara Edy Supriyanta menambahkan, kegiatan kampung perikanan budidaya bandeng di Ujungwatu Jepara bisa menjadi pengungkit ekonomi masyarakat.
Dia berharap masyarakat pembudidaya dengan menciptakan merek dari produk ikan bandeng yang diproduksi dengan nama Bandeng Presto Donorejo yang empuk dan lezat.
Terlebih, lanjut Edy, pemerintah pusat melalui Ditjen Perikanan Budidaya KKP dan Dinas Perikanan Jepara memberikan dukungan pembentukan kampung bandeng dengan anggaran senilai Rp 1,35 miliar. (Lingkar Network | Anta – Harianmuria.com)










