JEPARA, Harianmuria.com – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Ali Hidayat, menegaskan pentingnya menjadikan Museum Kartini sebagai destinasi awal bagi para pelajar sebelum mereka mengunjungi berbagai objek wisata lainnya di Jepara.
Rekomendasi ini muncul setelah rampungnya revitalisasi museum yang kini tampil lebih modern, interaktif, dan informatif.
Museum Fondasi Pemahaman Identitas Jepara
Ali Hidayat menilai bahwa pelajar perlu mengenal sejarah daerah, nilai perjuangan RA Kartini, serta identitas budaya Jepara sebelum menikmati destinasi alam maupun rekreasi lainnya.
“Sebelum berwisata ke tempat lain, saya sangat merekomendasikan para pelajar untuk datang dulu ke Museum Kartini. Di sini mereka belajar tentang jati diri daerah, sejarah perjuangan perempuan, dan warisan budaya Jepara. Ini menjadi dasar penting dalam membangun karakter,” ujarnya.
Menurutnya, museum adalah pintu masuk terbaik untuk memahami Jepara secara menyeluruh karena menyajikan alur pembelajaran yang terstruktur dan relevan dengan kurikulum sekolah.
Museum Kartini Rujukan Utama Wisata Pendidikan
Disparbud Jepara berencana mendorong sekolah-sekolah agar menempatkan Museum Kartini sebagai titik awal setiap kegiatan studi wisata maupun outing class. Setelah mendapat pemahaman dasar di museum, pelajar akan lebih mudah mengaitkan nilai-nilai sejarah dengan perkembangan Jepara saat ini – termasuk seni ukir, budaya pesisir, hingga ekonomi kreatif.
“Kalau museum dijadikan kunjungan pertama, maka ketika anak-anak pergi ke destinasi lain, mereka sudah membawa bekal pengetahuan,” jelas Ali.
Museum Kartini yang kini berada di kawasan Pendapa Kabupaten Jepara telah diperbarui dengan ruang pamer tematik, galeri digital, serta fasilitas edukatif ramah pelajar. Penyajian baru tersebut dirancang agar materi sejarah mudah dipahami oleh berbagai jenjang pendidikan.
Ali menyebutkan bahwa penyempurnaan ini dilakukan untuk memperkuat posisi museum sebagai pusat edukasi sejarah yang menyenangkan dan relevan bagi generasi muda.

Selain meningkatkan literasi budaya, pola kunjungan yang menempatkan museum sebagai destinasi pertama juga diyakini dapat mendukung pertumbuhan ekosistem wisata lokal.Makin banyak pelajar yang datang, makin besar peluang berkembangnya sektor pendukung seperti UMKM, transportasi, dan jasa pemandu wisata.
“Kami ingin museum kembali menjadi ruang hidup bagi pelajar. Dengan menjadikannya langkah pertama sebelum destinasi lain, kita sedang membangun generasi yang punya identitas kuat dan bangga terhadap daerahnya,” tegas Ali.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










