BLORA, Harianmuria.com – Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Blora menegaskan bahwa partisipasi atau sumbangan dari wali murid untuk kegiatan sekolah harus bersifat sukarela dan tidak boleh mengandung unsur paksaan.
Sekretaris Disdik Blora, Nuril Huda, menyampaikan bahwa sekolah diperbolehkan mengadakan kegiatan dalam rangka menyambut HUT RI seperti karnaval, gerak jalan, dan lomba-lomba lainnya. Namun, pengumpulan dana dari wali murid harus sesuai aturan dan tidak dikategorikan sebagai pungutan liar (pungli).
“Yang penting, sekolah tidak boleh menentukan nominal sumbangan maupun batas waktu pembayarannya. Artinya, sumbangan ini benar-benar bersifat sukarela,” ujar Nuril, Kamis, 7 Agustus 2025.
Sumbangan Harus Sukarela, Tanpa Paksaan
Ia menambahkan, jumlah sumbangan bisa bervariasi antarwali murid dan pihak sekolah tidak boleh menentukan nominal. Wali murid dengan kondisi ekonomi baik dapat menyumbang lebih, sementara yang kurang mampu diperbolehkan tidak memberikan sumbangan sama sekali.
Meski sukarela, Nuril mengakui bahwa tingkat partisipasi wali murid akan memengaruhi kegiatan yang bisa dilaksanakan sekolah.
“Sekali lagi, tidak ada paksaan. Tapi tentu saja, dukungan dari wali murid akan menentukan seberapa besar dan meriahnya kegiatan yang bisa diselenggarakan sekolah,” jelasnya.
Sudah Dikoordinasikan ke Kepala Sekolah
Disdik Blora juga telah melakukan koordinasi dengan seluruh kepala sekolah tingkat SD dan SMP di wilayah Kabupaten Blora. Salah satu agenda utama dalam pertemuan itu adalah pembahasan teknis partisipasi wali murid.
“Senin lalu kita sudah kumpulkan semua kepala sekolah. Kita berikan rambu-rambu agar tidak terjadi kesalahan dalam penggalangan sumbangan,” ujar Nuril.
Disdik Tekankan Transparansi
Untuk menghindari kesalahpahaman atau tuduhan pungli, Disdik menyarankan sekolah agar memasang informasi rencana kegiatan dan rincian anggaran secara terbuka di lingkungan sekolah sebagai bentuk transparansi kepada publik.
“Kalau perlu, pasang rencana kegiatan dan estimasi anggaran di sekolah. Ini penting agar wali murid memahami ke mana sumbangan itu dialokasikan,” pungkas Nuril Huda.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










