BLORA, Harianmuria.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Blora resmi meliburkan kegiatan belajar mengajar di SDN 2 Gandu, Kecamatan Bogorejo, setelah penduduk di wilayah tersebut terpaksa diungsikan akibat kebakaran sumur minyak ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu.
Meskipun sekolah tidak mengalami kerusakan fisik, keberadaannya di zona terdampak dan banyaknya siswa yang mengungsi membuat proses pembelajaran dialihkan secara daring.
“SDN 2 Gandu memiliki 41 siswa. Saat ini, karena sebagian besar ikut mengungsi, sekolah kami liburkan sementara dan pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh,” ujar Kasi Pembinaan SD Disdik Blora, Buana Adi Nugroho, S.Pd., M.Pd., pada Selasa, 19 Agustus 2025.
Pembelajaran Daring dan Penugasan Mandiri
Disdik Blora memastikan proses belajar tetap berjalan meski secara daring. Guru diinstruksikan untuk memberikan materi pembelajaran dan tugas secara online, atau melalui penugasan mandiri yang bisa dikerjakan siswa dari tempat pengungsian maupun rumah kerabat.
“Kami ingin memastikan anak-anak tetap mendapat hak pendidikan, walau dari lokasi yang tidak ideal. Koordinasi juga dilakukan dengan sekolah terdekat jika sewaktu-waktu dibutuhkan ruang belajar darurat,” tambahnya.
Trauma Healing untuk Siswa Terdampak
Melihat dampak emosional dari bencana ini, Disdik juga tengah menyiapkan program trauma healing untuk siswa-siswa terdampak.
“Kami akan hadirkan pendampingan psikososial agar anak-anak bisa pulih secara mental dan emosional, lalu kembali semangat belajar saat situasi membaik,” jelas Buana.
Sebelumnya, kebakaran sumur minyak ilegal yang terjadi pada Minggu, 17 Agustus 2025 memaksa 750 warga mengungsi. Hingga hari ketiga, api belum berhasil dipadamkan. Pemerintah daerah bersama tim gabungan masih melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan.
Jurnalis: Subekan
Editor: Basuki










