BLORA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melalui Dinas Pendidikan (Disdik) resmi meluncurkan Sistem Informasi Manajemen PAUD Terintegrasi (Simpati). Aplikasi ini difokuskan untuk menangani persoalan anak usia 5–6 tahun yang belum bersekolah di jenjang PAUD.
Peluncuran dilakukan di Alun-Alun Kabupaten Blora pada Minggu, 28 September 2025 oleh Bunda PAUD Blora Ainia Shalichah, didampingi Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, Kepala Dinas Pendidikan Sunaryo, anggota Komisi D DPRD Blora, dan perwakilan Universitas Terbuka.
4 Langkah Utama dalam Simpati
Kepala Disdik Blora, Sunaryo, menjelaskan bahwa Simpati PAUD merupakan bentuk apresiasi kepada Bunda PAUD sekaligus mendukung program wajib belajar pendidikan dasar 13 tahun.
“Dalam aplikasi ini kami ingin memastikan anak-anak usia 5–6 tahun benar-benar bersekolah di jenjang PAUD, khususnya taman kanak-kanak. Ada empat langkah utama dalam Simpati, yaitu pendataan, verifikasi, monitoring, dan evaluasi,” jelasnya.
Terintegrasi dengan Dapodik
Data anak usia PAUD dalam aplikasi ini sudah terhubung dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Dengan sistem ini, pemerintah dapat mengetahui jumlah anak yang belum sekolah, putus sekolah, atau tidak melanjutkan ke jenjang SD.
“Setelah ada pendataan dan peninjauan, kami langsung lakukan intervensi. Bunda PAUD desa, kelurahan, dan kecamatan akan dilibatkan untuk mengajak anak-anak kembali sekolah,” ungkap Sunaryo.
Target Tingkatkan Angka Partisipasi PAUD
Saat ini angka partisipasi sekolah anak usia PAUD di Blora masih berada di 92,8 persen. Melalui Simpati PAUD, pemerintah menargetkan kenaikan minimal 1 persen setiap tahun.
“Harapannya, semua anak usia 5–6 tahun bisa terlayani. Kami ingin mereka benar-benar masuk ke sekolah-sekolah PAUD yang ada,” tegas Sunaryo.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










