KUDUS, Harianmuria.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus terus berupaya mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 sebesar Rp3,8 miliar. Hingga awal September ini, capaian baru mencapai 54 persen dari target.
“Secara keseluruhan, capaian PAD kami baru sekitar 54 persen,” ungkap Kepala Disbudpar Kudus, Mutrikah, saat ditemui baru-baru ini.
Kunjungan Wisatawan Menurun Jadi Kendala
Mutrikah menjelaskan, penurunan kunjungan wisatawan ke objek-objek wisata milik Pemkab menjadi faktor utama lambatnya realisasi PAD. Beberapa kondisi eksternal turut mempengaruhi kondisi ini.
“Misalnya, ada kebijakan yang melarang sekolah mengadakan rekreasi. Selain itu, munculnya destinasi wisata baru di daerah sekitar Kudus juga berdampak pada jumlah pengunjung ke tempat wisata kami,” jelasnya.
Sumber PAD Disbudpar Kudus 2025
Disbudpar Kudus memiliki lima sumber utama PAD. Hingga September, rincian capaian pendapatan meliputi retribusi pemanfaatan kekayaan daerah Rp205,4 juta, retribusi tempat khusus parkir Rp194,5 juta, retribusi penginapan/pesanggrahan/vila Rp194,5 juta, retribusi tempat rekreasi dan olahraga Rp1,5 miliar, dan denda retribusi Rp568 ribu.
Meski realisasi masih di bawah 60 persen, Disbudpar tetap optimistis bisa mengejar target PAD hingga akhir tahun.
Strategi: Perbaikan Fasilitas dan Libatkan Komunitas
Untuk meningkatkan kunjungan dan pendapatan, Disbudpar Kudus mulai menggenjot berbagai strategi, seperti perbaikan fasilitas dan wahana di sejumlah objek wisata, serta kolaborasi dengan komunitas untuk menggelar event dan aktivitas di destinasi wisata.
“Tahun 2024 lalu kita bisa melampaui target hingga 16 persen. Tahun ini kami optimistis bisa kembali mencapainya,” tandas Mutrikah.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










