BLORA, Harianmuria.com – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora menyatakan komitmennya untuk melakukan pendampingan dan pembinaan sosial terhadap sejumlah pelajar yang terlibat dalam dugaan aksi anarkis di depan Gedung DPRD Blora.
Kasus ini mencuat usai aparat TNI-Polri mengamankan 12 pemuda yang diduga hendak melakukan pelemparan ke gedung DPRD usai pesta miras, serta 13 pelajar lainnya yang diduga hendak ikut demonstrasi.
Fokus pada Pendampingan dan Rehabilitasi Sosial
Kepala Dinsos P3A Blora, Luluk Kusuma Agung, menyayangkan keterlibatan pelajar dalam tindakan yang mengarah pada kekerasan. Menurutnya, hal ini menjadi peringatan penting akan perlunya penguatan karakter, pengawasan, dan pembinaan remaja.
“Anak-anak ini masih dalam masa pencarian jati diri. Tugas kita bersama untuk memberi arahan agar mereka tidak tersesat oleh emosi sesaat,” ujar Luluk, Rabu, 10 September 2025.
Dinsos P3A akan berkoordinasi dengan kepolisian, Dinas Pendidikan, dan sekolah asal para pelajar untuk menjalankan rehabilitasi sosial melalui konseling, pembinaan karakter, dan pelibatan dalam kegiatan positif.
“Kami ingin pendekatannya edukatif, bukan semata represif. Kami lebih menekankan pada rehabilitasi sosial,” tambahnya.
Polres Blora Tekankan Peran Keluarga dan Sekolah
Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto menyebut, para pemuda yang diamankan berusia antara 15–21 tahun, berasal dari berbagai wilayah di Blora dan ada yang dari luar daerah seperti Cirebon dan Rembang.
Sebelumnya, pada Minggu, 31 Agustus 2025, aparat juga mengamankan 13 pelajar yang diduga akan ikut demonstrasi. Namun setelah pemeriksaan, mereka dipulangkan usai dibina bersama orang tua dan pihak sekolah, karena tidak ditemukan bukti keterlibatan langsung.
Kapolres menekankan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam mengawasi anak, terutama aktivitas di media sosial agar tidak mudah terprovokasi ajakan yang tidak bertanggung jawab.
“Keterlibatan dalam aksi anarkis bisa berdampak panjang, termasuk mempersulit saat membutuhkan SKCK di masa depan,” ujarnya.
Ajak Masyarakat Peduli Pembinaan Remaja
Dinsos P3A bersama aparat dan sekolah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih aktif dalam menjaga remaja Blora agar tumbuh menjadi generasi yang produktif dan berprestasi, bukan justru terlibat hal-hal destruktif.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










