DEMAK, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, guna memperkuat posisi Demak sebagai salah satu kawasan industri strategis di Jawa Tengah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Demak, Umar Surya Suksmana, mengungkapkan bahwa sejak tahun 2022, realisasi investasi di Kabupaten Demak selalu melampaui target yang ditetapkan.
“Setiap tahun selalu ada perusahaan asing dan lokal yang tertarik masuk ke Demak. Hal ini membawa dampak positif melalui multiplier effect yang besar bagi perekonomian daerah,” jelas Umar, Selasa, 22 Juli 2025.
Ia merinci, pada tahun 2022 terdapat 7 pabrik besar yang berdiri di Demak. Tahun 2023 meningkat menjadi 9 pabrik, dan di tahun 2024 ada 6 pabrik baru. Sementara hingga Juni 2025, sudah ada 5 pabrik baru yang mulai beroperasi di Demak.
24 Pabrik Beroperasi di Kawasan Industri Jateng Land
Salah satu pusat pertumbuhan industri berada di Kawasan Industri Jateng Land, Kecamatan Karangtengah. Hingga tahun 2025, sudah terdapat 24 perusahaan yang beroperasi di kawasan ini, dan ditargetkan bertambah menjadi 36 perusahaan pada tahun 2026.
“Di sana ada berbagai sektor industri, mulai dari distributor pipa, PVC, baja, garmen, properti, tas kulit, sepatu, kosmetik, plastik injeksi, hingga kontraktor dan pengembang,” ungkap Umar.
Kendala dan Solusi
Meski prospek investasi sangat menjanjikan, Pemkab Demak mengakui masih menghadapi kendala utama berupa persoalan air – baik rob maupun ketersediaan air bersih.
“Salah satu tantangan kami adalah banjir rob. Beberapa calon investor, termasuk dari Rusia dan Amerika, mengurungkan niat setelah melihat kondisi banjir dan kemacetan saat kunjungan ke Demak,” terang Umar.
Namun demikian, Pemkab terus melakukan pembenahan infrastruktur pendukung, termasuk dalam pengendalian rob dan pengelolaan air bersih agar tidak menghambat masuknya investor besar.
Target Investasi 2025 Capai Rp4,4 Triliun
Berdasarkan data DPMPTSP, target realisasi investasi Kabupaten Demak pada tahun 2025 mencapai Rp4,44 triliun. Hingga akhir Triwulan I (Juni 2025), realisasi investasi telah menembus Rp2,41 triliun atau sekitar 54 persen dari target. Rinciannya adalah Penanaman Modal Asing (PMA) Rp2,28 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp136 miliar
“Dengan makin banyaknya investasi yang masuk, kami berharap bisa menekan angka pengangguran terbuka dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” pungkas Umar.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










