BLORA, Harianmuria.com – Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas (Migas) untuk Kabupaten Blora dipangkas drastis oleh pemerintah pusat, dari semula Rp130 miliar kini hanya tersisa Rp60 miliar. Kondisi ini membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora harus harus melakukan efisiensi dan penghematan belanja daerah.
DBH Migas Blora Anjlok Lebih dari Separuh
Bupati Blora, Arief Rohman, menjelaskan bahwa DBH Migas awalnya diproyeksikan sebesar Rp130 miliar. Namun, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI memangkasnya lebih dari 50 persen menjadi Rp60 miliar.
“Ternyata pengurangan dana dari pusat kena semua, termasuk DBH. Ini kami sedang tanyakan langsung ke Kemenkeu,” jelas Arief, Jumat, 3 Oktober 2025.
Bupati Arief bersama Bupati Bojonegoro mendatangi Kemenkeu untuk memperjuangkan agar DBH Migas bagi kedua daerah penghasil migas itu kembali mendapat porsi yang lebih memadai.
Efisiensi Jadi Jalan Keluar
Menghadapi keterbatasan anggaran, Pemkab Blora akan mengencangkan ikat pinggang. Efisiensi dilakukan dengan menghapus belanja yang tidak mendesak.
“Upaya ke depan efisiensi. Belanja yang nggak penting akan kami coret pada APBD 2026,” tegas Arief.
Menurutnya, pemangkasan DBH sangat berdampak pada pembangunan infrastruktur di Blora. Namun Pemkab berupaya menutup kekurangan melalui skema lain, termasuk Instruksi Presiden (Inpres) senilai Rp97 miliar untuk pembangunan jalan secara multi years selama dua tahun.
DPRD Tekankan Penghematan Belanja
Ketua DPRD Blora, Mustopa, menilai langkah penghematan adalah solusi paling realistis. Ia menyarankan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serius membahas hal ini.
“Dalam pembahasan APBD 2026, kami akan tekankan penghapusan anggaran yang tidak penting agar pembangunan tetap berjalan,” katanya.
DPRD juga mengapresiasi langkah Pemkab Blora dalam mempercepat pembangunan infrastruktur tahun ini, termasuk dengan memanfaatkan dana pinjaman.
“Alhamdulillah ada Rp435 miliar untuk memperbaiki lebih dari 50 ruas jalan. Ditargetkan selesai Desember, sehingga bisa segera dinikmati masyarakat,” tambah Mustopa.
Usulan Infrastruktur dari Warga
Lurah Kunden, Fiqri Hidayat, berharap pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas meski ada efisiensi. “Tahun depan kami mengusulkan pembangunan drainase karena itu penting untuk saluran air,” jelasnya.
Ia juga menyebut, tahun ini wilayahnya sudah mendapatkan pembangunan beberapa ruas jalan, seperti jalan Kunden–Kajangan dan jalan Sonorejo–Kunden.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










