JEPARA, Harianmuria.com – Kabupaten Jepara kini resmi memiliki 25 desa wisata setelah Desa Somosari ditetapkan sebagai destinasi terbaru. Setiap desa memiliki karakter dan daya tarik khas yang menjadi kekuatan utama pengembangan wisata daerah.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara, Ali Hidayat, menegaskan bahwa pengembangan desa wisata tidak bertumpu pada pembangunan besar-besaran, melainkan pada keunikan lokal yang harus dipertahankan.
“Setiap desa wisata punya daya tariknya sendiri. Tugas kami membantu mengemasnya agar menarik wisatawan, tanpa menghilangkan identitas desa,” ujarnya.
Keunikan 25 Desa Wisata Jepara
Berikut keunikan yang menjadi daya tarik utama masing-masing desa wisata dan menjadi fokus pengembangan Disparbud Jepara:
- Desa Bondo – Wisata Pantai dan Konservasi Laut, Kekuatan desa pesisir Bangsri ini terletak pada pantai alami, kegiatan nelayan, dan tradisi pesisir.
- Desa Tanjung – Seni Ukir & Budaya Pakis Aji, Tanjung dikenal sebagai salah satu kantong seni ukir rakyat dan budaya agraris yang masih terjaga.
- Desa Gemulung – Kerajinan Rakyat & Kuliner Desa, Gemulung menonjol melalui kegiatan UMKM rumahan dan kuliner tradisional.
- Desa Tegalsambi – Desa Budaya & Upacara Dugdheran Kecil, Kental dengan tradisi dan kegiatan budaya masyarakat pesisir Tahunan.
- Desa Kunir – Lanskap Alam Keling & Agro Pepohonan, Kunir punya daya tarik bentang alam perbukitan dan pohon jati rakyat.
- Desa Damarwulan – Legenda Damar Wulan, Salah satu desa yang paling kuat unsur sejarahnya, terkait kisah Damar Wulan–Minak Jinggo.
- Desa Mulyoharjo – Sentra Pahat Patung Jepara, Desa seni pahat patung yang sudah mendunia.
- Desa Troso – Sentra Tenun Troso, Terkenal nasional lewat kain troso—daya tarik utama wisata edukasinya.
- Desa Plajan – Desa Wisata Religi & Pesarean Syeikh Maulana Malik Ibrahim, Salah satu tujuan wisata religi utama di Pakis Aji.
- Desa Bandengan – Pantai Bandengan & Wisata Bahari, Destinasi populer wisata keluarga dan olahraga air.
- Desa Tempur – Wisata Alam Lereng Muria, Ikon wisata alam Jepara: kebun teh, air terjun, dan suasana pegunungan.
- Desa Petekeyan – Sentra Ukir Jepara, Desa penghasil ukiran halus dan kerajinan kayu.
- Desa Karimunjawa – Wisata Bahari Internasional, Pantai, diving, terumbu karang—daya tarik kelas dunia.
- Desa Kemujan – Mangrove, Laut Dangkal, dan Edukasi Bahari, Kaya aktivitas snorkeling dan tracking mangrove.
- Desa Teluk Awur – Wisata Bahari, Hotel, & Pendidikan Kelautan, Pantai tenang, kuliner laut, dan pusat kegiatan kampus kelautan.
- Desa Panggung – Kuliner Khas & Tradisi Nelayan Kedung, Fokus pada produk laut dan kegiatan nelayan tradisional.
- Desa Welahan – Tradisi Budaya & Sentra Kerajinan, Wilayah dengan sejarah budaya panjang dan kerajinan lokal.
- Desa Semat – Pesona Sungai & Hutan Mangrove Tahunan, Wisata kano, mangrove, dan edukasi alam.
- Desa Banjar Agung – Wisata Religi & Budaya Bangsri, Dikenal dengan situs religi dan kegiatan tradisi desa.
- Desa Batealit – Potensi Alam & Kerajinan Kayu, Rumah bagi perajin kayu serta kawasan perbukitan yang indah.
- Desa Suwawal Timur – Wisata Alam & Tradisi Desa Lereng Muria, Memiliki pemandangan pegunungan dan tradisi agraris khas Pakis Aji.
- Desa Kendeng Sidi Alit – Agrowisata & Mata Air Tradisional, Sumber mata air, kebun warga, dan wisata edukasi pertanian.
- Desa Watuaji – Keindahan Alam Keling & Potensi Outbound, Hutan rakyat dan spot latihan alam untuk sekolah dan komunitas.
- Desa Pule – Wisata Alam Mayong & Sumber Air, Kaya panorama bukit dan jalur tracking alami.
- Desa Somosari – Wisata Lereng Muria & Agrowisata Premium
Somosari menjadi desa terbaru yang masuk daftar. Daya tariknya meliputi kebun kopi rakyat, pemandangan perbukitan, udara sejuk, serta tradisi lokal yang masih kuat.

Pemetaan Daya Tarik Setiap Desa
Ali menegaskan bahwa tahun depan fokus Disparbud Jepara adalah pemetaan daya tarik desa wisata agar wisatawan bisa mengenal ciri khas masing-masing desa.
“Setiap desa punya keunikan. Kalau dikemas dengan baik, kita bukan hanya punya 25 desa wisata, tapi 25 alasan orang datang ke Jepara,” katanya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










