SALATIGA, Harianmuria.com – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kota Salatiga kembali menyoroti sejumlah risiko kesehatan yang banyak dialami warga sepanjang 2025.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Salatiga mencatat tiga kondisi paling dominan, yaitu aktivitas fisik kurang (88,43 persen), obesitas sentral (47,19 persen), dan hipertensi (33,37 persen).
“Hasil ini harus menjadi perhatian bersama. Gaya hidup sehat harus kita dorong lebih kuat lagi,” ujar Kepala Dinkes Kota Salatiga, Prasit Al Hakim, Rabu, 19 November 2025.
Layanan CKG akan Diperluas
Untuk memperkuat deteksi dini, Dinkes berencana memperluas cakupan layanan CKG. Layanan tambahan yang akan dimasifkan meliputi skrining DNA HPV, pemeriksaan fungsi ginjal, deteksi kanker kolon, pemeriksaan gigi, dan skrining thalassemia.
Selain itu, seluruh Puskesmas di Salatiga memperkuat jejaring agar peserta dengan faktor risiko dapat menjalani pemeriksaan lanjutan seperti EKG, profil lipid, hingga skrining kanker usus bagi peserta yang memiliki faktor risiko.
“CKG bukan hanya soal capaian angka, tapi upaya kolektif untuk memastikan masyarakat lebih sehat melalui deteksi dini dan tindak lanjut yang terarah,” tegas Prasit.
Tantangan Pelaksanaan CKG
Prasit mengakui masih ada tantangan dalam pelaksanaan CKG. Salah satunya, keterbatasan SDM terlatih, termasuk layanan USG payudara baru bisa dilakukan oleh satu dokter.
Selain itu, sistem pencatatan dan pelaporan belum optimal karena beberapa aplikasi pusat masih berjalan bersamaan sehingga menimbulkan duplikasi kerja.
Namun, Dinkes terus melakukan pembenahan agar layanan semakin efektif dan tidak membebani tenaga kesehatan.
Sosialisasi Masif untuk Tingkatkan Partisipasi
Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, Dinas Kesehatan menggencarkan sosialisasi melalui berbagai saluran, mulai dari media massa, kantor pemerintahan, pabrik, hotel, perbankan, organisasi masyarakat, GOW, sekolah, hingga pondok pesantren.
Peserta CKG yang terdeteksi memiliki faktor risiko akan mendapatkan edukasi kesehatan, pemeriksaan lanjutan (EKG, profil lipid), serta rujukan ke fasyankes tingkat pertama hingga rumah sakit bila diperlukan
“Kami berharap perluasan layanan ini dapat mendorong masyarakat lebih sadar terhadap pentingnya deteksi dini dan menjaga kesehatan sejak dini, sejalan dengan peningkatan derajat kesehatan warga Kota Salatiga,” pungkas Prasit.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










