KENDAL, Harianmuria.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan kunjungan ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal pada Kamis (14/9).
Dalam kunjungannya tersebut, Ganjar Pranowo didampingi oleh Bupati Kendal Dico M Ganinduto, Kapolres Kendal AKBP Jamal Alam, Dandim 0715/Kendal Letkol Inf Misael Marthen Jenry Polii dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal Hudi Sambodo. Ia pun menyampaikan maksud kedatangannya untuk mengecek ketersediaan BBM bagi nelayan di Kabupaten Kendal terutama di Kelurahan Bandengan.
“Ini setelah naiknya BBM kita mesti mengecek kondisi yang ada. Ada dua yang menjadi perhatian kita, petani dan nelayan karena mereka tidak mudah menebus BBM, ini kan harus dengan rekomendasi. Nah ini kita sama Pak Bupati ngecek dilapangan,” kata Ganjar.
Ganjar mengungkapkan beberapa nelayan mengeluhkan terkait surat rekomendasi yang digunakan saat membeli BBM jenis solar.
“Ya wes mengko didandani. Kita akan jagain di tengah situasi kenaikan ini untuk memastikan para nelayan bisa melaut. Untuk mengakses solar ini dengan gampang,” ungkapnya.
Namun demikian, terkait kuota di SPBN Kelurahan Bandengan yang masih kurang, dirinya akan segera menindaklanjuti ke pihak Pertamina. Hal ini agar kuota BBM bagi nelayan di Kendal ini bisa terpenuhi.
“Secara keseluruhan di Kabupaten Kendal ini kuotanya kurang 6.000 kiloliter (kl). Jadi kita akan bicara lagi dengan Pertamina agar alokasinya bisa ditambah, karena ini rakyat kecil yang mereka saat ini memang butuh,” tandasnya.
Direktur PD Aneka Usaha Daerah Kabupaten Kendal Agus Priyo Kusumo mengatakan kuota SPBN di Bandengan pada tahun 2021 sebanyak 7.204 kl. Sementara, pada tahun 2022 kuota bertambah menjadi 7.601 kl. Meski pada tahun ini kuotanya bertambah, ternyata masih terlihat nelayan yang mengantre untuk mendapatkan BBM jenis solar.
“Kebutuhan efektif sebulan itu 25 hari, kita alokasinya cuma 12 rit sedangkan satu rit dikirim dua hari sekali. Otomatis munculnya antrean. Kalau kantornya buka tiap hari tetapi untuk pelayanan disaat ada solar kita layani,” jelas Agus Priyo Kusumo.
Sementara itu, salah seorang nelayan di Bandengan, Syafak berharap stok BBM di wilayah di Bandengan bisa ditambah. Karena, menurutnya, kebutuhan BBM untuk operasionalnya melaut kurang mencukupi.
“Biarpun harga mahal tapi kuotanya ditambah agar tidak sulitlah nyari BBM. Ya harapannya kita tidak sampai ngantri seperti ini. Kadang hari Senin kita bayar dapatnya baru hari Rabu,” harap Syifak. (Lingkar Network | Arvian Maulana – Harianmuria.com)










