DEMAK, Harianmuria.com – Aliansi buruh di Kabupaten Demak mendesak pemerintah daerah untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal dibandingkan tenaga kerja asing (TKA).
Tuntutan ini mencuat dalam audiensi buruh bersama DPRD Demak, menyusul kekhawatiran meningkatnya jumlah TKA di kawasan industri Jatengland, Kecamatan Karangtengah.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinnakerind) Kabupaten Demak menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong perusahaan agar lebih mengutamakan tenaga kerja lokal.
“Kami terus mendorong perusahaan untuk memprioritaskan pekerja lokal. Saat ini, jumlah TKA di seluruh Demak hanya sekitar 543 orang,” kata Kepala Bidang Pembinaan Hubungan Industrial Dinnakerind Demak, Wahyu Agus Suroso, saat dihubungi, Senin, 8 September 2025.
TKA Hanya 0,2 Persen dari Total Pekerja di Demak
Wahyu mengungkapkan bahwa TKA yang bekerja di wilayah Demak tersebar di berbagai sektor dan tidak hanya terpusat di kawasan Jatengland. Sebaliknya, jumlah tenaga kerja lokal mencapai lebih dari 200 ribu orang.
“Jika dibandingkan, persentase tenaga kerja asing hanya sekitar 0,2 persen dari total pekerja di Kabupaten Demak,” jelasnya.
Mayoritas TKA dari China dan Vietnam
Dari data Dinnakerind, saat ini terdapat sekitar 20 perusahaan asing yang beroperasi di kawasan Jatengland. Mayoritas berasal dari China dan Vietnam, dan bergerak di sektor industri manufaktur dan pengolahan.
“Iya, ada sekitar 20 perusahaan. Mayoritas berasal dari China dan Vietnam,” imbuh Wahyu.
Pemkab Komitmen Awasi dan Evaluasi
Wahyu juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap perekrutan tenaga kerja merupakan bagian dari agenda rutin Dinnakerind Demak. Pihaknya selalu menyampaikan kepada perusahaan agar mengutamakan warga lokal, terutama dalam setiap proses monitoring dan evaluasi.
Sebelumnya, aliansi buruh dalam audiensi bersama DPRD menyoroti maraknya TKA di Jatengland dan meminta agar Pemkab lebih aktif menekan perusahaan untuk menyerap tenaga kerja lokal, sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Demak.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










