KAB. SEMARANG, Harianmuria.com – Bupati Semarang Ngesti Nugraha menargetkan pengembangan 100.000 hektare lahan padi organik di wilayah Kabupaten Semarang.
Target tersebut disampaikan saat menghadiri panen raya padi organik di Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Selasa, 11 November 2025. Panen ini digelar oleh Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) PCNU Kabupaten Semarang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang.
Apresiasi untuk Petani Susukan
Dalam kesempatan itu, Bupati Ngesti menyampaikan apresiasinya kepada para petani Desa Susukan yang berhasil mengembangkan padi hitam organik di lahan seluas 400 hektare.
“Alhamdulillah, hari ini kita memanen padi hitam organik hasil budidaya petani Susukan yang didampingi LPP PCNU. Tujuannya jelas, untuk menyejahterakan petani sekaligus menghasilkan beras berkualitas tinggi,” ujar Ngesti.
Menurutnya, kerja sama antara PCNU dan Pemkab Semarang ini menjadi langkah konkret dalam pengembangan pertanian berkelanjutan dan ekonomi hijau berbasis organik.
Potensi Pasar Padi Organik Menjanjikan
Bupati Ngesti menilai, padi organik kini memiliki nilai jual tinggi dan pasar yang stabil, baik di tingkat lokal maupun nasional.
“Padi organik sudah punya pasar tersendiri dan banyak diminati masyarakat. Karena itu, Pemkab Semarang akan terus mendorong pengembangannya agar lahan padi organik semakin bertambah,” tegasnya.
Selain ramah lingkungan, padi organik juga memiliki nilai gizi lebih tinggi dan aman untuk kesehatan, menjadikannya komoditas unggulan masa depan di sektor pertanian.
Pemkab Siapkan Bantuan untuk Petani
Ngesti juga mengungkapkan bahwa produktivitas padi organik cukup menjanjikan, dengan rata-rata hasil panen mencapai 8,5 ton per hektare.
“Kami menargetkan 100.000 hektare lahan padi organik di seluruh Kabupaten Semarang. Dengan produktivitas dan harga jual yang baik, hasil ini akan memakmurkan para petani,” jelasnya.
Untuk mendukung target tersebut, Pemkab Semarang akan menyalurkan bantuan pupuk organik, benih unggul, serta pelatihan bagi petani, terutama bagi 480 petani milenial binaan Pemkab Semarang.
NU Dorong Ketahanan Pangan Nasional
Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghafar Rozin, yang turut hadir dalam panen raya, menjelaskan bahwa NU telah mengembangkan berbagai varietas padi organik seperti IR 32, padi hitam, padi merah, dan padi mentik organik.
“Langkah ini adalah bentuk kontribusi NU dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang juga menjadi prioritas Presiden RI Prabowo Subianto,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses budi daya dilakukan tanpa bahan kimia, untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kesehatan masyarakat.
Ajak Generasi Muda Tekuni Pertanian Organik
Selain panen raya, kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi pertanian organik bersama para pelajar dan mahasiswa. Tujuannya adalah menginspirasi generasi muda agar berkarier di sektor pertanian organik yang memiliki prospek cerah.
Bupati Ngesti berharap, upaya bersama ini mampu memperkuat pertanian berkelanjutan di Kabupaten Semarang, meliputi padi, sayuran, hingga buah-buahan organik.
“Semoga usaha kita dalam mengembangkan pertanian organik berjalan lancar demi kesejahteraan masyarakat,” tutup Bupati Semarang.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










