Jumat, Januari 9, 2026
  • Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - News - Bupati Ngesti Targetkan 100.000 Hektare Lahan Padi Organik di Kabupaten Semarang

Bupati Ngesti Targetkan 100.000 Hektare Lahan Padi Organik di Kabupaten Semarang

Basuki by Basuki
11 November 2025 22:28
in News, Semarang, Seputar Jateng, Umum
0 0
Bupati Semarang Ngesti Nugraha menargetkan 100.000 hektare lahan padi organik di Kabupaten Semarang.

Panen raya padi organik di Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Selasa, 11 November 2025. (Lingkarnews Network/Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

KAB. SEMARANG, Harianmuria.com – Bupati Semarang Ngesti Nugraha menargetkan pengembangan 100.000 hektare lahan padi organik di wilayah Kabupaten Semarang.

Target tersebut disampaikan saat menghadiri panen raya padi organik di Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Selasa, 11 November 2025. Panen ini digelar oleh Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) PCNU Kabupaten Semarang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang.

Apresiasi untuk Petani Susukan

Dalam kesempatan itu, Bupati Ngesti menyampaikan apresiasinya kepada para petani Desa Susukan yang berhasil mengembangkan padi hitam organik di lahan seluas 400 hektare.

“Alhamdulillah, hari ini kita memanen padi hitam organik hasil budidaya petani Susukan yang didampingi LPP PCNU. Tujuannya jelas, untuk menyejahterakan petani sekaligus menghasilkan beras berkualitas tinggi,” ujar Ngesti.

Menurutnya, kerja sama antara PCNU dan Pemkab Semarang ini menjadi langkah konkret dalam pengembangan pertanian berkelanjutan dan ekonomi hijau berbasis organik.

Potensi Pasar Padi Organik Menjanjikan

Bupati Ngesti menilai, padi organik kini memiliki nilai jual tinggi dan pasar yang stabil, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Baca Juga:  Dinkes Kota Semarang Kejar Target 1,5 Juta Warga Ikuti Cek Kesehatan Gratis 2026

“Padi organik sudah punya pasar tersendiri dan banyak diminati masyarakat. Karena itu, Pemkab Semarang akan terus mendorong pengembangannya agar lahan padi organik semakin bertambah,” tegasnya.

Selain ramah lingkungan, padi organik juga memiliki nilai gizi lebih tinggi dan aman untuk kesehatan, menjadikannya komoditas unggulan masa depan di sektor pertanian.

Pemkab Siapkan Bantuan untuk Petani

Ngesti juga mengungkapkan bahwa produktivitas padi organik cukup menjanjikan, dengan rata-rata hasil panen mencapai 8,5 ton per hektare.

“Kami menargetkan 100.000 hektare lahan padi organik di seluruh Kabupaten Semarang. Dengan produktivitas dan harga jual yang baik, hasil ini akan memakmurkan para petani,” jelasnya.

Untuk mendukung target tersebut, Pemkab Semarang akan menyalurkan bantuan pupuk organik, benih unggul, serta pelatihan bagi petani, terutama bagi 480 petani milenial binaan Pemkab Semarang.

NU Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghafar Rozin, yang turut hadir dalam panen raya, menjelaskan bahwa NU telah mengembangkan berbagai varietas padi organik seperti IR 32, padi hitam, padi merah, dan padi mentik organik.

Baca Juga:  Hiace Rombongan Susteran Jakarta Tabrak Truk di Tol Semarang–Solo, 1 Penumpang Meninggal

“Langkah ini adalah bentuk kontribusi NU dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang juga menjadi prioritas Presiden RI Prabowo Subianto,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses budi daya dilakukan tanpa bahan kimia, untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kesehatan masyarakat.

Ajak Generasi Muda Tekuni Pertanian Organik

Selain panen raya, kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi pertanian organik bersama para pelajar dan mahasiswa. Tujuannya adalah menginspirasi generasi muda agar berkarier di sektor pertanian organik yang memiliki prospek cerah.

Bupati Ngesti berharap, upaya bersama ini mampu memperkuat pertanian berkelanjutan di Kabupaten Semarang, meliputi padi, sayuran, hingga buah-buahan organik.

“Semoga usaha kita dalam mengembangkan pertanian organik berjalan lancar demi kesejahteraan masyarakat,” tutup Bupati Semarang.

Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: beras organikBerita SemarangBupati SemarangNgesti Nugrahapadi organikpanen rayaPCNU Semarangpertanian organiksemarang hari ini

Related Posts

Puluhan pedagang sayur Pasar Bitingan Kudus menolak relokasi ke Pasar Saerah dan meminta pengembalian dana Rp940 juta.
Kudus

Puluhan Pedagang Sayur Pasar Bitingan Kudus Tolak Relokasi, Minta Pengembalian Dana Rp940 Juta

9 Januari 2026
Pedagang sayur malam Pasar Bitingan Kudus mulai direlokasi ke Pasar Saerah, pengelola pasar menggratiskan sewa selama tiga bulan.
Kudus

Pedagang Sayur Malam Pasar Bitingan Kudus Mulai Pindah ke Pasar Saerah, Gratis Sewa 3 Bulan

9 Januari 2026
Kisah inspiratif dua anak transmigran asal Jateng yang sukses menjadi Bupati Pringsewu dan Wakil Gubernur Lampung periode 2025–2030.
Seputar Jateng

2 Anak Transmigran Asal Jateng Sukses Jadi Bupati dan Wagub di Lampung

8 Januari 2026
Damkar Demak menangani 96 kasus kebakaran sepanjang 2025, kebakaran rumah mendominasi dengan korsleting listrik sebagai penyebab utama.
Demak

Damkar Demak Tangani 96 Kasus Kebakaran di 2025, Korsleting Listrik Pemicu Utama

8 Januari 2026
Load More
Next Post
Pemkot Semarang bersama UNDIP dan ANRI menggelar seminar internasional untuk memperkuat pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi ulama besar asal Semarang, K.H. Sholeh Darat.

Pemkot Semarang Gelar Seminar Internasional Dukung K.H. Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025

Berita Trending

  • Belasan tahun rusak tanpa perbaikan, warga Desa Nglebur, Jiken, Blora swadaya memperbaiki jalan sepanjang 60 meter dengan dana patungan dan gotong royong.

    Belasan Tahun Rusak, Warga Nglebur Blora Swadaya Perbaiki Jalan 60 Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Kudus Periksa 10 Pegawai Buntut Video Viral Asusila, 2 Orang Dibebastugaskan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wartawan Dilarang Liput Kebakaran Sumur Minyak di Gandu Blora, Warga Blokade Akses Masuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Salah, Begini Cara Bedakan Kartu Keluarga Asli dan Salinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Molor Seminggu, Pencairan Gaji ASN Blora Rp55,5 Miliar Mulai Diproses

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS