KUDUS, Harianmuria.com – Mengantisipasi datangnya musim penghujan, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meninjau langsung dua titik penting infrastruktur pengendali banjir di wilayahnya, yakni Pintu Air Tanggulangin dan Kolam Retensi Jati, pada Selasa, 30 September 2025.
Langkah ini dilakukan bersama jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana serta Dinas PUPR Kabupaten Kudus, sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana dan memastikan kesiapan teknis menghadapi potensi banjir.
Kelayakan Infrastruktur Dipastikan Aman
Bupati Sam’ani menegaskan bahwa hingga saat ini kondisi aliran air masih aman, dengan debit di bawah 200 meter kubik/detik, yang masih dapat dikendalikan dengan pintu air manual tanpa perlu pengoperasian pompa.
“Kami selalu pastikan kelayakan infrastruktur. Jika ada tanggul yang retak atau sleding, langsung kami perbaiki untuk mencegah kerawanan,” ujarnya.
Kolam Retensi Jati Siap Dioperasikan Maksimal
Sam’ani juga menyebut bahwa Kolam Retensi Jati kini sudah berfungsi 100 persen dan siap dimaksimalkan untuk mengurangi beban aliran air saat curah hujan tinggi.
“Kami bekerja sama dengan BBWS untuk memastikan seluruh sarana teknis berjalan baik, termasuk normalisasi Sungai Wulan agar aliran tetap lancar,” tambahnya.
Pemerintah Pusat Dukung Normalisasi Sungai Wulan
Dukungan juga datang dari pemerintah pusat melalui BBWS Pemali Juana. Direksi Teknis BBWS, Nizar Raharjo, menjelaskan bahwa progres normalisasi Sungai Wulan telah mencapai 37 persen, dan ditargetkan rampung pada tahun 2026.
“Normalisasi ini bagian dari upaya jangka panjang pengendalian banjir di wilayah Kudus dan sekitarnya,” jelas Nizar.
Langkah peninjauan ini sekaligus menjadi bentuk kesigapan pemerintah dalam menjaga infrastruktur pengendali banjir tetap terawat. Dengan begitu, masyarakat Kudus diharapkan dapat merasa lebih aman dan tenang dalam menghadapi musim penghujan.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










