KUDUS, Harianmuria.com – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 menjadi momentum penting bagi generasi muda di Kabupaten Kudus untuk merefleksikan peran dan tanggung jawabnya terhadap masa depan bangsa.
Dalam amanatnya pada upacara Sumpah Pemuda di Lapangan Tenis Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa, 28 Oktober 2025, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa bonus demografi harus menjadi kekuatan, bukan tantangan, bagi kemajuan Indonesia, khususnya di Kota Kretek.
“Pesan saya kepada seluruh pemuda dan pemudi Kudus, selalu berkarya, terus belajar, dan tetap tawadu terhadap orang tua serta guru. Mari kita kuatkan iman dan agama agar bangsa ini kokoh menghadapi berbagai goncangan dan perubahan zaman,” ujarnya.
55 Persen Penduduk Kudus Kalangan Muda
Bupati Sam’ani menjelaskan, sekitar 50 hingga 55 persen penduduk Kudus merupakan kalangan muda yang menjadi modal besar dalam pembangunan daerah. Namun, di balik potensi tersebut tersimpan tantangan besar di era digital yang semakin cepat dan kompleks.
Menurutnya, kemajuan teknologi ibarat dua sisi mata uang – bisa menjadi peluang besar jika dimanfaatkan dengan bijak, namun juga membawa dampak negatif jika disalahgunakan.
Tekankan Pendidikan Karakter dan Literasi Digital
Dalam pidatonya, Bupati Sam’ani menekankan pentingnya pendidikan karakter dan literasi digital bagi para pemuda agar mampu menggunakan teknologi secara cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab.
“Jangan gunakan IT untuk hal negatif. Gunakan media sosial dengan bijak, kreatif, dan produktif. Jangan sampai terjerumus ke hal-hal yang bisa bermasalah dengan hukum,” pesannya.
Ia juga menegaskan bahwa generasi muda harus berani bermimpi besar, memiliki optimisme, dan tidak takut gagal, karena setiap proses menuju kesuksesan membutuhkan waktu dan ketekunan.
“Bermimpilah setinggi langit, jangan takut jatuh. Pemuda yang kreatif dan inovatif akan selalu mengisi hari dengan hal-hal positif,” tandasnya.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










