KENDAL, Harianmuria.com – Kondisi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jomblom di Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal hingga kini belum bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Pasalnya, akses jalan menuju lokasi mengalami kerusakan parah sehingga aktivitas pelelangan ikan tidak berjalan optimal.
Aspirasi Warga dalam Program Bersatu Siaga
Persoalan ini disampaikan warga saat Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari bersama Wakil Bupati Benny Karnadi melakukan kegiatan Bersih Desa Tampung Aspirasi Warga (Bersatu Siaga) pada Jumat, 3 Oktober 2025.
Kepala Desa Margorejo, Suyoto, menjelaskan bahwa meskipun TPI Jomblom sudah dibangun, bangunan tersebut belum digunakan untuk aktivitas pelelangan. Bangunan TPI Jomblom merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Ini sebenarnya adalah tempat pelelangan ikan. Tapi jalannya rusak, apalagi kalau hujan makin parah. Jadi aktivitas hanya untuk bongkar muat, bukan pelelangan,” ungkapnya.
Harapan Warga untuk Perbaikan
Suyoto berharap setelah ditinjau langsung oleh bupati, akses jalan menuju TPI bisa diprioritaskan dalam program perbaikan infrastruktur.
“Sejak dibangun, TPI ini belum pernah diperbaiki jalannya dan belum digunakan sesuai fungsinya. Harapannya bisa segera diprioritaskan,” ujarnya.
Respons Bupati Kendal
Menanggapi keluhan warga, Bupati Kendal menyampaikan bahwa kerusakan jalan menjadi penyebab utama TPI Jomblom tidak diminati oleh pengepul maupun pembeli ikan.
“Karena akses jalannya rusak, pembeli tidak tertarik. Akhirnya para nelayan menjual ikan ke kampung,” jelas Bupati Tika.
Ia menegaskan, Pemkab Kendal akan berupaya menangani keluhan warga sesuai kemampuan keuangan daerah.
“Ini sudah masuk ke Rencana Kerja Daerah (Renja) 2026. Untuk jalur sambungan, kita ajukan lewat program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Nanti kita kroscek lagi, semoga bisa turun,” pungkasnya.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










