BLORA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora merespons aksi demonstrasi warga Desa/Kecamatan Jiken terhadap PT Pentawira Agraha Sakti. Bupati Blora, Arief Rohman, berencana mempertemukan kedua belah pihak pada Jumat, 21 November 2025.
Latar Belakang Aksi Demo Warga Jiken
Pada Jumat, 14 November 2025, puluhan warga Jiken menggelar aksi demonstrasi di halaman pabrik PT Pentawira. Mereka bahkan mengancam menutup operasional perusahaan jika tidak ada penanganan serius atas sejumlah keluhan.
Warga menilai aktivitas industri kalsium tersebut memicu pencemaran lingkungan, terutama debu dan kebisingan. Selain itu, perusahaan dinilai kurang transparan dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
Bupati: Akar Masalah adalah Komunikasi
Bupati Arief Rohman menyebut demonstrasi itu terjadi karena komunikasi antara warga dan perusahaan tidak berjalan dengan baik, sehingga aspirasi masyarakat tidak tersampaikan secara maksimal.
“Kita panggil owner PT Pentawira Pak Liem Jumat sore dan Karang Taruna yang demo,” ujar Arief, Rabu, 19 November 2025.
Ia menjelaskan bahwa Pemkab ingin memfasilitasi proses mediasi agar kedua pihak dapat menyampaikan pandangan dan keluhannya secara langsung.
“Kita ingin iklim investasi kondusif. Jadi sedikit-sedikit jangan didemo. Ini soal komunikasi,” tambahnya.
Menurutnya, pertemuan pada Jumat nanti akan digelar dalam suasana santai, agar keluhan warga dapat tersampaikan dan perusahaan dapat merespons dengan bijak.
“Yang punya sudah siap. Pada Jumat nanti akan mempertemukan kedua belah pihak dengan suasana ngopi bareng, agar segala unek-unek tersampaikan dengan baik,” jelas Bupati.
Warga Minta Pertemuan di Jiken
Koordinator aksi, Galuh, menegaskan bahwa warga menginginkan lokasi pertemuan dilakukan di di Balai Desa atau Kantor Kecamatan Jiken, bukan di Pendapa Rumah Dinas Bupati.
“(Pertemuan) nanti hari Jumat, karena langsung dijembatani Pak Bupati. Masyarakat meminta bertemu di Balai Desa atau Kecamatan, tidak mau di Pendapa,” ujarnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










