PATI, Harianmuria.com – Bupati Blora Arief Rohman mengusulkan pembangunan tiga ruas jalan provinsi yang ada di Blora untuk segera dituntaskan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng).
Usulan itu disampaikan kepada Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) Tahun 2025 se-Eks Karesidenan Pati yang digelar di Pendapa Kabupaten Pati, Senin (21/4/2025).
“Masih ada tiga jalan provinsi di Blora yang kondisinya rusak di beberapa titik,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Arief itu.
Tiga ruas jalan provinsi yang diajukan Bupati masing-masing ruas jalan Todanan–Ngawen, Kunduran–Ngawen–Blora, dan ruas jalan perbatasan Grobogan–Doplang(Jati )–Cepu, dengan total anggaran Rp160 miliar.
Mas Arief meminta peningkatan Jalan Provinsi ruas Todanan–Japah–Ngawen agar dilebarkan dan perbaikan drainase senilai Rp100 Miliar. Berikutnya, peningkatan Jalan Provinsi ruas Singget Doplang–Randublatung–Cepu diusulkan Rp45 Miliar, dan peningkatan Jalan Provinsi ruas Kunduran–Ngawen–Blora dengan besaran anggaran Rp15 miliar.
”Tiga jalan tersebut kewenangan Provinsi sehingga kami berharap bisa dituntaskan,” tandas Bupati.
Mas Arief mengemukakan, dukungan Pemprov Jawa Tengah melalui peningkatan kualitas infrastruktur tersebut dapat mendorong konektivitas wilayah dan mempercepat pertumbuhan sektor pertanian serta ekonomi lokal.
Diketahui, Musrenbangwil itu digelar Pemprov Jateng dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk sinkronisasi arah kebijakan, pencapaian kinerja, dan penyelesaian persoalan lintas daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Arief juga menyampaikan pemaparan mengenai potensi Kabupaten Blora. Ia menegaskan kesiapan Blora untuk turut mengokohkan Jateng sebagai penopang utama ketahanan pangan nasional.
“Kami siap meneguhkan Provinsi Jawa Tengah menjadi lumbung pangan nasional. Kami bertekad, Blora akan fokus untuk program agro, energi, dan hilirisasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menekankan pentingnya keberlanjutan program pembangunan. Ia menyatakan, tahun 2025 akan menjadi tahun penyelesaian infrastruktur dan pelayanan dasar, sebagai fondasi menuju swasembada pangan di tahun 2026.
“Program-program kita harus berjenjang, berlanjut, dan berkesinambungan. Pada 2025 kita sudah menyelesaikan infrastruktur dan pelayanan dasar. Tahun 2026 akan menjadi batu loncatan kita untuk swasembada pangan,” tegas Luthfi.
(EKO WICAKSONO – Harianmuria.com)










