REMBANG, Harianmuria.com – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana alam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang mengusulkan pemasangan alat pendeteksi gempa bumi kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Rembang Dikelilingi Sesar Aktif
Kepala Pelaksana BPBD Rembang, Sri Jarwati, menjelaskan bahwa Kabupaten Rembang termasuk wilayah yang dikelilingi sejumlah sesar aktif yang berpotensi memicu gempa bumi.
“Rembang ini dikelilingi sesar aktif, seperti Sesar Lasem (Pati Thrust), serta beberapa sesar di sekitarnya, seperti Sesar Blora, Sesar Purwodadi, Sesar Semarang, dan Sesar Muria,” jelas Sri Jarwati, Rabu, 5 November 2025.
Karena itu, BPBD Rembang menilai pentingnya pemasangan alat pendeteksi gempa di wilayah tersebut. Usulan tersebut telah disampaikan langsung kepada Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, serta Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana.
Mitigasi Dini Kurangi Risiko Bencana
Menurut Sri Jarwati, alat pendeteksi gempa akan memperkuat sistem mitigasi bencana di tingkat daerah. Selain itu, hasil monitoring BMKG juga menunjukkan munculnya beberapa titik gempa baru yang belum dirasakan masyarakat.
“Mitigasi harus dilakukan sejak dini, agar masyarakat siap jika terjadi gempa bumi,” ujarnya.
Jateng Miliki 27 Alat Deteksi Gempa
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara, Hery Susanto Wibowo, menjelaskan bahwa saat ini sudah ada 27 alat pendeteksi gempa yang tersebar di wilayah Jawa Tengah. Alat ini berfungsi untuk mendeteksi getaran gempa secara cepat dan akurat.
“Jika ada gempa, alat sensor akan mendeteksi, kami analisis, dan dalam waktu tiga menit informasi harus disebarkan ke masyarakat,” terangnya.
Rencana Pemasangan Sensor di Lasem
Saat ini, Warning Receiver System (WRS) telah terpasang di Kantor BPBD Rembang untuk menerima peringatan dini dari BMKG. Ke depan, direncanakan penambahan alat sensor seismograf di Desa Kajar, Kecamatan Lasem, guna memperkuat sistem pemantauan.
“Sensor seismograf berfungsi mendeteksi gempa bumi secara langsung. Namun, proses pengadaan dan pemasangannya memerlukan waktu,” tambah Hery.
Dengan adanya alat pendeteksi tersebut, diharapkan informasi mengenai potensi gempa di wilayah Kabupaten Rembang dapat diperoleh lebih cepat, sehingga langkah penanganan dan mitigasi dapat dilakukan secara tepat dan efektif.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










