BLORA, Harianmuria.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan bagi Kabupaten Blora berupa alat siaga kebencanaan, logistik, hingga anggaran rehabilitasi jembatan yang rusak akibat banjir.
Bantuan Alat Siaga Bencana di 2025
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, Mulyowati, mengungkapkan bahwa pada 2025 BNPB memberikan bantuan mobil dapur umum, tiga motor trail, dua perahu karet dan beberapa logistik sembako.
“Dua perahu dari BNPB ini akan kami gunakan untuk manajemen bencana di Kecamatan Kradenan. Wilayah ini sering terlambat dijangkau saat banjir karena debit air cepat naik,” jelas Mulyowati, Minggu, 30 November 2025.
BPBD berencana memberikan pelatihan khusus pengoperasian perahu karet kepada tim kesiapsiagaan di Kradenan.
Banjir besar pada pertengahan 2025 dari luapan Sungai Wulung menyebabkan air naik hingga 2 meter, membuat evakuasi warga terkendala akibat keterbatasan alat.
Rehabilitasi Jembatan Rp17 Miliar di 2026
BNPB juga menjadwalkan bantuan anggaran rehabilitasi jembatan di lima titik pada 2026. Dana sebesar Rp17 miliar akan difokuskan pada jembatan-jembatan yang tergerus aliran Sungai Bengawan Solo dan Sungai Wulung.
Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan apresiasinya kepada BNPB atas bantuan alat-alat siaga bencana dan anggaran yang diberikan untuk pemulihan jembatan
“Bantuan alat siaga bencana dan anggaran pemulihan jembatan ini sangat membantu daerah rawan banjir dan longsor. Kami akan optimalkan pencegahan dini bersama lintas sektoral,” jelasnya.
Baca juga: Rumah Rusak Akibat Banjir di Blora Dapat Bantuan Stimulan dari BNPB

Dampak Banjir Blora Mei 2025
Sebelumnya, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Lukmansyah, meninjau langsung banjir di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, pada 23 Mei 2025. BNPB saat itu menyatakan siap membantu perbaikan infrastruktur rusak seperti jembatan, irigasi, hingga jalan desa.
Berdasarkan data BPBD, banjir di Blora pada bulan Mei 2025 mengakibatkan 1.945 KK terdampak. Tercatat ada 3 rumah rusak berat, 13 rumah rusak ringan, 10 jembatan rusak, 1 pamsimas rusak, 1 cek dam rusak, serta 6 jalan desa rusak – termasuk 3 rusak berat.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










