BLORA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora menyiapkan empat langkah strategis untuk mempercepat pelaksanaan musim tanam pertama (MT-1), meskipun saat ini wilayah pertanian di Blora masih menunggu datangnya musim hujan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DP4) Blora, Ngaliman, menyebut MT-1 diperkirakan akan dimulai pada bulan Oktober 2025. Ia optimistis, dengan strategi yang sudah dirancang, target luas tambah tanam bisa tercapai secara maksimal.
“Karena kita daerah tadah hujan, maka kita menanti musim hujan. Tapi untuk daerah dekat Bengawan Solo tetap bisa tanam. Setelah panen, langsung tanam lagi,” ujar Ngaliman, Kamis, 28 Agustus 2025.
Kemarau Basah Tak Jadi Kendala
Menurut Ngaliman, kemarau basah tahun ini tidak menjadi hambatan serius. Mayoritas petani tadah hujan tidak menanam padi pada MT-3, sehingga lahan sudah siap untuk MT-1 mendatang.
“Sebagian besar lahan tadah hujan saat ini sudah siap tanam. Jadi saat hujan mulai turun Oktober nanti, proses tanam bisa langsung dilaksanakan,” katanya.
4 Strategi Percepatan Tanam MT-1 di Blora
- Pendampingan Intensif ke Kelompok Tani
Penyuluh pertanian akan hadir mendampingi petani agar percepatan tanam bisa terlaksana secara serentak dan efisien di seluruh kecamatan. - Bantuan Benih Padi dari APBN
Sebanyak 550 ton benih padi akan disalurkan kepada petani melalui program bantuan nasional, mencakup area 22.000 hektare. - Distribusi Pupuk Organik Cair (POC)
Petani akan menerima POC dari APBN dan APBD Provinsi Jawa Tengah untuk mendukung pertumbuhan tanaman serta menjaga kesuburan tanah. - Gerakan Masif Pembuatan Pupuk Organik
Kelompok tani akan digalakkan untuk memproduksi pupuk organik secara mandiri guna mendorong pertanian berkelanjutan.
“Percepatan tanam bukan hanya soal produksi jangka pendek, tapi juga menjaga kualitas lahan agar petani tetap sejahtera di masa depan,” tegas Ngaliman.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkab Blora berharap produktivitas pertanian tetap tinggi meski tantangan musim belum sepenuhnya mendukung. Dukungan dari penyuluh, ketersediaan benih, dan pemupukan berkelanjutan menjadi kunci utama keberhasilan MT-1 tahun ini.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










