BLORA, Harianmuria.com – Kabupaten Blora kembali menerima bantuan program Jambanisasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk tahun 2025 sebanyak 50 unit jamban sehat. Namun, tantangan sanitasi layak di daerah ini masih besar, terutama di 16 kecamatan yang warganya belum sepenuhnya memiliki jamban pribadi.
Hal tersebut disampaikan oleh Subkoordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga (KLK2O) Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora, Tutik, pada Minggu, 27 Juli 2025.
“Tahun 2024 kita mendapat sekitar 200 unit bantuan jamban dari provinsi. Tahun ini (2025) baru turun 50 unit dan masih menunggu pelaksanaan, karena baru SK Gubernur,” jelas Tutik.
Selain dari Pemprov, Dinkesda Blora juga mencatat bantuan jamban dari sumber lain, yakni Bank BKK 6 unit dan BAZNAS 30 unit. Seluruh bantuan tersebut berdasarkan data dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Sanitasi Layak Masih Jadi PR di 16 Kecamatan
Meski sejak 2019 Kabupaten Blora sudah menyandang status ODF (Open Defecation Free) atau bebas buang air besar sembarangan, realitas di lapangan menunjukkan masih banyak warga belum memiliki fasilitas sanitasi dasar secara mandiri.
“Di 16 kecamatan masih banyak rumah tangga yang belum punya jamban. Ini masih jadi PR bersama dan butuh program berkelanjutan,” kata Tutik.
Tutik juga menegaskan bahwa kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan sanitasi sudah membaik, namun penyuluhan tetap diperlukan agar masyarakat tidak kembali ke kebiasaan lama.
Sosialisasi ke Desa Lokus Stunting dan Ibu Balita
Saat ini, Dinkesda Blora sedang gencar melakukan edukasi di desa-desa yang menjadi lokus stunting, serta menyasar lansia dan ibu dengan balita. Salah satu fokus edukasi adalah pemisahan feses dari popok bayi sebelum dibuang ke tempat sampah.
“Ini bagian dari upaya menjaga lingkungan tetap bersih dan mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Tutik.
Bupati Targetkan Setiap Rumah Miliki Jamban
Bupati Blora Arief Rohman menegaskan komitmennya untuk menghapus kemiskinan ekstrem dan memperluas akses sanitasi.
“Ke depan kita ingin Blora bisa zero kemiskinan ekstrem, termasuk setiap rumah harus punya jamban,” ujar Bupati saat menyerahkan bantuan jambanisasi di Balai Desa Temulus, Kecamatan Randublatung, pada 4 September 2024.
Ia juga mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dari BUMN, BUMD, Forum Kota Sehat, dan pelaku usaha melalui program CSR.
Warga Senang Punya Jamban Sendiri
Nurdi, warga Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan jamban melalui program CSR. “Sebelumnya sering numpang di jamban tetangga. Sekarang sudah punya sendiri. Terima kasih,” katanya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










