KENDAL, Harianmuria.com – Dugaan adanya praktik percaloan atau broker dalam proses penunjukan mitra Sarana Produksi Pangan Gizi (SPPG) di wilayah Kendal mencuat dalam kegiatan sosialisasi dan pembentukan Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat, 3 Oktober 2025.
Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kendal, Muhammad Faris Maulana, mengungkapkan adanya indikasi sejumlah oknum menawarkan jasa menjadi mitra SPPG dengan tarif hingga puluhan juta rupiah untuk satu titik lokasi pembangunan.
“Ini sedang marak di berbagai daerah, termasuk Kendal. Banyak broker SPPG yang hanya mengambil jatah titik di tiap kecamatan, tapi tanpa progres pembangunan,” ujarnya.
Modus Broker SPPG: Lewat Yayasan
Faris menjelaskan, modus para broker biasanya dilakukan melalui yayasan yang sudah memiliki legalitas dan mengajukan permohonan titik pembangunan. Namun setelah titik disetujui, pembangunan tidak segera dilakukan.
“Ada indikasi kuat, titik itu kemudian dilempar ke pihak lain yang ingin menjadi mitra,” terang Faris.
BGN Minta Pengawasan dan Evaluasi Ketat
Faris menegaskan, praktik ini mencoreng tujuan utama program MBG yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo. Karena itu, BGN meminta adanya pengawasan ketat terhadap seluruh mitra pengadaan serta evaluasi menyeluruh agar tidak terjadi penyimpangan.
“Perlu kewaspadaan dan evaluasi agar program pemerintah ini tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tandasnya.
Satgas MBG Dibentuk untuk Percepat Program
Ketua Satgas MBG sekaligus Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari, mengatakan pembentukan Satgas MBG bertujuan mempercepat pelaksanaan program MBG. Keputusan pembentukan Satgas telah ditandatangani Bupati Kendal dan melibatkan Forkopimda serta seluruh pemangku kepentingan, termasuk unsur intelijen daerah.
“Forkopimda dilibatkan langsung untuk mempercepat pelaksanaan program dan memastikan tidak ada kendala di lapangan,” ujar Agus.
Peran TNI dan Polri untuk Keberhasilan MBG
Dandim 0715/Kendal Letkol Inf Bagus Setyawan menegaskan bahwa TNI turut berperan aktif dalam pendampingan program MBG. “Sinergi antarinstansi sangat penting untuk menjamin percepatan dan keberhasilan program,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar menyoroti pentingnya efisiensi dan kejelasan tugas Satgas MBG. “Program MBG ini menyangkut tiga aspek utama: mutu, bahan makanan, dan SOP. Mutu makanan harus dijamin sesuai standar operasional yang berlaku,” tegasnya.
Capaian MBG Kendal Masih Rendah
Berdasarkan data BGN Kendal per 26 September 2025, dari 93 unit SPPG yang direncanakan, baru 26 unit yang telah beroperasi. Dari total 254.462 penerima manfaat, baru 89.097 orang yang sudah terlayani. Artinya, masih ada 165.365 warga yang belum mendapatkan layanan gizi gratis.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










