SEMARANG, Harianmuria.com – Menyusul temuan Kementerian Pertanian RI terkait dugaan peredaran beras oplosan di berbagai wilayah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah melakukan penyisiran intensif di sejumlah titik di Kota Semarang, Selasa, 22 Juli 2025.
Hasilnya, dua merek beras premium yakni Sofia dan Fortune ditemukan masih beredar di pasaran. Namun, belum bisa dipastikan apakah keduanya termasuk dalam kategori beras oplosan. Untuk itu, Disperindag Jateng telah mengirimkan sampel ke laboratorium guna dilakukan pengujian lebih lanjut.
“Kami sudah kirimkan sampel ke laboratorium. Hasilnya paling cepat akan keluar dua hari ke depan. Ini sesuai prosedur untuk memastikan apakah beras tersebut layak konsumsi atau mengandung unsur campuran,” ujar Devita Ayu Mirandati, Kabid Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Disperindag Jateng.
Beras Oplosan Disisir dari 11 Titik Pasar
Penyisiran dilakukan di 11 titik yang mencakup pasar tradisional hingga supermarket besar di Kota Semarang. Kegiatan ini merupakan respons cepat atas temuan ratusan merek beras oplosan oleh Kementan RI beberapa waktu lalu.
Meski demikian, dari hasil pemantauan di lapangan, sejumlah merek beras yang sebelumnya disebut dalam daftar dugaan oplosan sudah tidak ditemukan karena telah ditarik oleh pihak perusahaan terkait.
Parameter Uji: Kadar Patah Beras Premium
Devita menjelaskan, salah satu indikator penting dalam menentukan apakah beras tergolong premium atau oplosan adalah tingkat patah beras. Berdasarkan aturan Badan Pangan Nasional, kadar patah maksimal pada beras premium tidak boleh melebihi 15 persen.
“Jika kadar patah lebih dari itu, maka kualitasnya tidak lagi memenuhi standar premium. Ini yang akan kami konfirmasi melalui hasil uji laboratorium,” tambahnya.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










