PATI, Harianmuria.com – Kebocoran pada Bendung Karet Sungai Juana di Kabupaten Pati menjadi perhatian serius DPRD Jawa Tengah. Anggota Komisi D DPRD Jateng, M Ali Wafa, menegaskan akan segera mengkomunikasikan masalah ini kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana agar dilakukan penanganan cepat.
Menurutnya, bendung karet tersebut memiliki fungsi vital sebagai penahan intrusi air laut. Jika kebocoran dibiarkan, air laut berpotensi masuk ke wilayah pertanian dan mencemari sumber air tawar yang digunakan petani.
“Kami akan sampaikan langsung ke BBWS Pemali Juana supaya segera diperbaiki. Kalau dibiarkan, kebocoran ini bisa berdampak pada lahan pertanian masyarakat,” ujar M Ali Wafa saat menghadiri Festival Kali Juwana ke-6 di Desa Sugiharjo, Kecamatan Pati Kota, Senin, 28 Juli 2025.
Petani Khawatir Dampak Intrusi Air Laut
Ketua Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan), Sunhadi, mengungkapkan keresahan warga. Menurutnya, padi yang baru berumur 2–3 minggu berisiko gagal panen jika air laut masuk ke lahan mereka.
“Masyarakat cukup kaget mendengar bendung karet ini bocor. Kami berharap segera ada perbaikan agar air laut tidak naik ke dataran pertanian,” kata Sunhadi.
Selain itu, cuaca panas yang berlangsung beberapa pekan terakhir membuat kebutuhan air tawar semakin tinggi. Jika bendung karet tidak segera diperbaiki, intrusi air laut dikhawatirkan mengganggu pasokan irigasi.

Bandung Karet Perlu Penanganan Cepat
M Ali Wafa menegaskan pihaknya akan memastikan agar BBWS Pemali Juana mengambil langkah cepat untuk memperbaiki kebocoran. “Ini harus segera ditangani supaya tidak menimbulkan kerugian besar bagi petani,” tegasnya.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










