KUDUS, Harianmuria.com – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kudus, Bellinda Birton, mengecam keras beredarnya video hoaks yang menyebut adanya siswa SD 1 Getassrabi, Kecamatan Gebog, mengalami keracunan makanan menu MBG.
Bellinda yang juga Wakil Bupati Kudus menilai penyebaran kabar palsu tersebut sangat tidak bertanggung jawab karena dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Jangan main-main dengan isu seperti ini. Program MBG dibuat untuk kebaikan anak-anak kita agar tumbuh sehat dan kuat. Kalau disebarkan hoaks seperti ini, yang dirugikan justru masyarakat sendiri,” tegas Bellinda, Sabtu, 8 November.
Satgas Pastikan Menu MBG Aman
Bellinda menegaskan, Satgas MBG Kudus selalu memastikan keamanan dan kelayakan makanan sebelum didistribusikan ke sekolah. Setiap dapur MBG wajib menjalani pemeriksaan bahan baku dan proses memasak sesuai standar higiene yang ketat.
“Mulai dari bahan baku, proses memasak, hingga pengiriman ke sekolah, semuanya diawasi tim kesehatan dan petugas keamanan pangan. Jadi tidak mungkin ada makanan yang membahayakan anak-anak,” jelasnya.
Pihak Satgas juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta aparat penegak hukum untuk menelusuri kebenaran informasi yang sempat viral di media sosial.
Video Hoaks, Kejadian Sebenarnya Kecelakaan
Sebelumnya, video berdurasi tiga detik beredar di media sosial memperlihatkan mobil putih terparkir di halaman sekolah dan sejumlah guru serta siswa tampak panik.
Unggahan itu disertai keterangan menyesatkan berbunyi: “Telah terjadi siswa SD 1 Getassrabi keracunan MBG.”
Kapolsek Gebog AKP Siswanto memastikan kabar tersebut tidak benar. Ia menjelaskan, kejadian sebenarnya adalah kecelakaan lalu lintas di depan sekolah.
“Salah satu siswa tertabrak sepeda motor yang melintas. Korban sempat dibawa ke ruang kelas untuk pertolongan pertama,” jelas Siswanto.
Ia menambahkan, mobil MBG yang datang bersamaan dengan kejadian itu tengah mengambil alas makan, sehingga menimbulkan kesalahpahaman warga.
“Korban langsung dibawa ke RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus untuk mendapatkan perawatan medis,” ungkapnya.
Bellinda: Jangan Sebar Info Tanpa Verifikasi
Menutup pernyataannya, Bellinda mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap video, foto, atau pesan berantai yang belum terverifikasi.
“Kalau ada kejadian di lapangan, pastikan dulu kebenarannya melalui pihak berwenang sebelum disebarkan,” pesannya.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










