BLORA, Harianmuria.com – Tingginya curah hujan di Kabupaten Blora dalam beberapa hari terakhir memicu tanah longsor di beberapa wilayah. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) mencatat terdapat 10 hingga 20 titik longsor yang tersebar di berbagai kecamatan.
Kepala Bidang SDA DPUPR Blora, Surat, menjelaskan titik longsor tersebar mulai wilayah barat hingga timur Kabupaten Blora.
“Sementara 10-20 titik yang memang sudah kami laporan masuk ke kami,” ujar Surat, Rabu, 5 November 2025.
Titik Rawan Longsor di Beberapa Kecamatan
Menurut Surat, longsor paling banyak terjadi di wilayah barat Blora, terutama di Kecamatan Todanan, seperti di Desa Kacangan yang juga pernah dilanda longsor pada tahun sebelumnya.
Namun, potensi longsor kini juga ditemukan di wilayah Kecamatan Blora Kota, antara lain di Desa Jetis, Mlangsen, Bangkle, dan Karangjati.
“Beberapa titik longsor hampir menyeluruh di Blora. Bahkan di kawasan kota pun ada potensi longsor,” jelasnya.
Selain itu, Kecamatan Japah, Tunjungan, dan Randublatung (tepatnya di Kelurahan Wulung) juga memiliki kerawanan serupa. Di wilayah timur, Kecamatan Cepu mencatat dua titik longsor yang sedang dipantau DPUPR.
Sinergi dengan BPBD dan Pemerintah Desa
Dalam upaya penanganan bencana, DPUPR Blora berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah desa, serta mengajukan bantuan teknis kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan BBWS Bengawan Solo.
“Kami bersinergi dengan BPBD dan pemerintah desa yang memiliki potensi longsor, serta meminta dukungan pusat melalui BBWS,” terang Surat.
Fokus Penanganan di Titik Prioritas
DPUPR menetapkan lokasi prioritas penanganan longsor pada area yang berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, seperti permukiman dan jalan lingkungan.
“Penanganan sementara dilakukan dengan penutupan terpal dan pemasangan penahan tanah (terucuk) agar tidak semakin meluas,” ujarnya.
Surat mengakui bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan dalam penanganan bencana alam di Blora. Meski demikian, DPUPR tetap berupaya maksimal agar masyarakat terdampak tetap bisa beraktivitas dengan aman.
“Kami berusaha semampu kami agar masyarakat tetap bisa beraktivitas tanpa rasa waswas,” tegasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










