BLORA, Harianmuria.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Blora menyalurkan bantuan iuran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk 1.000 mustahik atau penerima zakat dari golongan fakir dan miskin.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Blora, Sutaat, kepada Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, Wahyu Giyanto, dan disaksikan langsung oleh Bupati Blora, Arief Rohman, pada Selasa, 19 Agustus 2025.
Sutaat menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang dikembalikan untuk membantu masyarakat miskin, khususnya agar mereka tidak kesulitan mengakses layanan kesehatan.
“Bantuan iuran JKN ini adalah bentuk rasa syukur kami. Semoga semakin banyak warga miskin yang bisa berobat tanpa terkendala biaya,” ujar Sutaat.
Bantuan Iuran JKN Selama 16 Bulan
Ia menambahkan, bantuan ini akan berlaku selama 16 bulan, mulai September 2025 hingga Desember 2026, dan rencananya akan terus diperluas di tahun-tahun berikutnya.
“Kami berkomitmen untuk menambah jumlah penerima manfaat di masa mendatang. Harapannya, makin banyak warga Blora terbantu,” tambahnya.
Dukungan untuk Meningkatkan Kepesertaan JKN
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, Wahyu Giyanto, menyambut baik langkah BAZNAS Blora yang dinilainya sejalan dengan semangat gotong royong Program JKN.
“Dengan bantuan ini, para mustahik tidak perlu lagi khawatir jika sakit, karena sudah terlindungi dalam sistem JKN,” jelas Wahyu.
Saat ini, cakupan kepesertaan JKN di Blora sudah mencapai lebih dari 90 persen, namun tingkat keaktifannya masih sekitar 70 persen. Wahyu optimistis, dukungan BAZNAS bisa turut meningkatkan angka tersebut.
“Kami percaya langkah ini tidak hanya memperluas cakupan, tapi juga meningkatkan keaktifan kepesertaan,” ujarnya.
Apresiasi Bupati Blora
Bupati Blora, Arief Rohman, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi antara BAZNAS dan BPJS Kesehatan. Menurutnya, kerja sama ini meringankan beban pemerintah daerah dalam memberikan jaminan sosial kepada masyarakat kurang mampu.
“Terima kasih kepada BAZNAS yang telah membiayai 1.000 peserta JKN. Ini sangat membantu Pemkab Blora dalam memperluas cakupan kesehatan,” ucapnya.
Arief juga memastikan bahwa Pemkab Blora akan terus memperbaiki basis data bersama Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan BPJS, agar program ini tepat sasaran.
“Kami juga mengimbau fasilitas kesehatan agar tetap melayani pasien meski status BPJS-nya belum aktif. Pemkab siap memfasilitasi penyelesaian administrasi,” tegasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










