KENDAL, Harianmuria.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan bahwa secara administrasi, penyaluran jagung program Subsidi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Koperasi Produsen Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal telah sesuai dengan pedoman penyaluran.
Penilaian ini disampaikan oleh perwakilan Bapanas, Freddy, saat melakukan monitoring penyaluran jagung SPHP di KPUS Kendal, Jumat, 10 Oktober 2025. Kegiatan tersebut dihadiri Satgas Pangan Mabes Polri, Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Provinsi Jawa Tengah, Satgas Pangan Polda Jateng, Bulog Wilayah Jateng, serta Dinas Pertanian dan Pangan Kendal.
“Pesan dari Kepala Bapanas agar penyaluran ini mematuhi juknis, supaya tidak menimbulkan masalah. Dari sisi administrasi, KPUS Kendal sudah sesuai pedoman dan bisa menjadi teladan bagi koperasi lain,” ujar Freddy.
Bapanas: Kinerja KPUS Cepat dan Tepat Sasaran
Freddy mengapresiasi langkah cepat KPUS Kendal dalam menyalurkan jagung SPHP kepada peternak kecil dan mikro, yang memang menjadi prioritas utama program.
“Kami berterima kasih karena KPUS sigap menyalurkan jagung SPHP untuk peternak kecil. Program ini penting untuk menjaga kestabilan harga jagung sekaligus melindungi peternak dari lonjakan biaya pakan,” katanya.
Ia juga berharap, stabilnya harga jagung dapat berimbas pada harga telur yang lebih seimbang, sehingga tidak menimbulkan gejolak di tingkat konsumen.
“Harapannya harga telur bisa dijaga agar tetap stabil dan tidak menimbulkan kegaduhan di pasar,” tambahnya.
520 Ton Jagung SPHP Disalurkan ke 176 Peternak
Sementara itu, Ketua KPUS Kendal, Suwardi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebanyak 520 ton jagung SPHP telah disalurkan kepada 176 peternak kecil dan mikro di Kabupaten Kendal.
“Untuk wilayah Batang juga telah disalurkan kepada 21 peternak dengan total jagung SPHP sebanyak 33 ton,” jelasnya.
Suwardi berharap penyaluran jagung SPHP dapat semakin merata dan menjangkau anggota KPUS lainnya. “Kami berharap jagung untuk anggota KPUS segera direalisasikan karena sudah ditunggu oleh para peternak,” ujarnya.
Dari sisi pengawasan, Kompol Hendra Krisnawan dari Satgas Pangan Pusat menegaskan agar seluruh pihak menjaga integritas dalam menyalurkan program SPHP.
“Jagung SPHP ini harus sesuai peruntukannya. Jangan ada yang bermain-main karena ini menggunakan uang negara. Satgas tidak akan segan menindak tegas penyelewengan,” tegasnya.
Hendra juga mengapresiasi pengurus KPUS Kendal yang dinilai transparan dan berkomitmen mendahulukan peternak kecil dan mikro, sehingga dapat menjadi contoh bagi koperasi lainnya.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










