BLORA, Harianmuria.com – Salah satu bangunan di SDN 1 Kutukan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Bangunan yang terletak di bibir jurang sungai itu terancam longsor sewaktu-waktu akibat erosi dan minimnya penanganan.
Bangunan tersebut saat ini tidak lagi digunakan sebagai ruang belajar, melainkan difungsikan sebagai gudang penyimpanan barang sekolah demi alasan keselamatan.
“Sementara bangunan tersebut sudah kita kosongkan dan kita jadikan gudang,” ujar Kepala SDN 1 Kutukan, Lina Setia Lestari, Kamis, 14 Agustus 2025.
Lina mengungkapkan bahwa sejak menjabat sebagai kepala sekolah tiga bulan lalu, kondisi bangunan bagian barat sekolah sudah terlihat mengkhawatirkan. Karena tidak ada alokasi anggaran untuk perbaikan, pihak sekolah belum dapat melakukan penanganan lebih lanjut.
“Sekolah jelas tidak mampu memperbaiki. Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah atau dinas pendidikan,” harap Lina.
Bangunan Kayu Lapuk dan Berada di Bibir Jurang
Bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu tersebut kini telah lapuk dan tidak simetris. Letaknya yang berada di tepi jurang membuatnya semakin rawan roboh. Untuk menghindari risiko, pihak sekolah telah melarang siswa bermain di sekitar area tersebut.
“Kami selalu sampaikan kepada siswa agar tidak bermain di area bangunan itu, demi keselamatan,” tegasnya.
Erosi Sungai dan Sampah Perparah Longsoran
Sementara itu, Kalim, penjaga sekolah, mengatakan bahwa ancaman longsor di sekolah tersebut bukan hal baru. Setiap tahun, tebing sungai terus terkikis, dan longsoran semakin mendekati area sekolah.
“Selain karena volume air saat musim hujan, tumpukan sampah juga memperparah kondisi longsoran,” jelas Kalim.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan sungai agar aliran air tidak tersumbat oleh sampah yang dibuang dari atas jembatan.
“Semoga makin banyak orang sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai,” tutupnya.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










