PATI,Harianmuria.com– Kabid Pemasaran dan Pariwisata, Dinas Kepemudaan, Olaraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati, Ida Istiani membeberkan, kunjungan wisatawan pada awal tahun ini di Kabupaten Pati cukup tinggi. Hal itu didapat dari data empat objek pariwisata yang dibuka pada momen tahun baru lalu.
Disebutkan, dari dua tempat wisata saja, seperti Gunung Rowo dan Gua Pancur, telah menyumbang PAD kurang lebih Rp 21 juta.
“Dilihat dari pendapatan pada tanggal 1 dan 2 Januari kemarin, ada sekitar Rp 21 juta yang kita setorkan, untuk yang sebelumnya setiap minggu kita setor di angka Rp 4 juta. Artinya memang masyarakat itu sudah mulai percaya, dengan wisata yang aman,” ujarnya saat dimintai keterangan Lingkar Jateng, Selasa (4/1).
Sedangkan, berdasarkan pantauannya, destinasi wisata Jolong 1 ramai. Namun, untuk Jolong 2 ia mengatakan kurang begitu ramai.
“Kemarin dari pantauan kami tidak begitu luar biasa pengunjungnya. Dengan begitu saya merasa senang, jadi wisata di kabupaten Pati sudah mulai dinikmati oleh masyarakat, ” tambahnya.
Saat disinggung terkait penggunaan prokes yang ada dilingkungan pariwisata, Ida tak menampik ada sejumlah pengunjung yang tidak taat. Hal ini dengan alasan karena adanya pandemi yang sudah mulai landai di Kabupaten Pati.
“Padahal di tempat wisata tersebut sudah menyiapkan prokes mulai dari cuci tangan, papan himbauan, dan edukasi untuk tetap mematuhi prokes,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga memberikan masukan kepada pengelola untuk selalu mengingatkan kepada pengunjung agar tetap mematuhi prokes di lokasi wisata. Hal ini agar tetap menjaga tidak ada klaster baru di Bumi Mina Tani. (Lingkar Network/Koran Lingkar jateng )










