BLORA, Harianmuria.com – Semburan api dari sumur minyak rakyat di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, mulai mereda pada hari keempat pasca-ledakan yang terjadi Minggu siang, 17 Agustus 2025. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora tetap mewaspadai potensi blow out susulan yang bisa membahayakan keselamatan warga.
Kepala Pelaksana BPBD Blora, Mulyowati, menyampaikan bahwa kobaran api kini sudah jauh berkurang dibandingkan hari-hari sebelumnya.
“Alhamdulillah, bisa dilihat sendiri, apinya sudah berkurang sekali. Hari ini kobaran hanya berasal dari mulut sumur,” ujarnya saat meninjau lokasi, Rabu, 20 Agustus 2025.
Semburan Api Terkendali, Risiko Blow Out Masih Ada
Mulyowati menjelaskan, pada hari-hari awal, semburan api masih melebar dan diiringi gas dari sejumlah celah di tanah. Kini, titik semburan sudah lebih terkendali setelah tutup sumur berhasil dibongkar dan pembuatan tanggul pengaman mulai terpasang melingkar.
Meski demikian, BPBD tetap siaga karena lokasi blow out ini berada di dataran tinggi – sesuatu yang jarang terjadi.
“Biasanya blow out terjadi di dataran rendah. Ini di dataran tinggi, yang kami khawatirkan bisa terjadi rekahan atau semburan baru di titik lain,” jelasnya.
Untuk sementara, masyarakat masih dilarang mendekat ke lokasi. Tim teknis tengah menyiapkan sistem pemadaman menggunakan corong api, sembari menunggu bantuan alat berat dari Pertamina.
“Corongan ini untuk mengarahkan semburan gas agar tidak menyebar liar. Penutupan sumur belum bisa dilakukan sekarang karena gas masih aktif,” lanjut Mulyowati.
Penanganan Teknis oleh Pertamina
Beberapa jembatan bahkan dibongkar untuk membuka akses masuk bagi alat berat milik Pertamina. BPBD belum bisa memastikan kapan api benar-benar padam, sebab seluruh proses penanganan teknis kini berada di bawah wewenang Pertamina.
“Kami percaya Pertamina punya keahlian terbaik. Semua langkah kita serahkan ke mereka,” tegasnya.

Dalam upaya penanganan jangka panjang, BPBD juga berencana membongkar 2 hingga 3 rumah warga yang berada di sekitar titik semburan untuk memperluas area tanggul dan zona aman. Rencana relokasi akan dibahas setelah kondisi dinyatakan aman.
“Ini bencana, bukan kelalaian atau kegagalan teknologi. Maka, evakuasi dan relokasi harus segera disiapkan,” kata Mulyowati.
Ia menambahkan, sebanyak dua korban ledakan masih menjalani perawatan intensif, dan pihaknya akan terus menjaga agar tak ada korban tambahan.
“Cukup yang kemarin. Kami harap tidak ada lagi jatuh korban. Semua warga masih kami tempatkan di lokasi pengungsian yang aman,” pungkasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










