JAKARTA, Harianmuria.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) mencetak prestasi besar dengan menangkap Dewi Astutik, aktor utama penyelundupan sabu seberat 2 ton senilai Rp5 triliun.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari analis intelijen, pertahanan dan kemanan, Ngasiman Djoyonegoro, Rabu, 3 Desember 2025.
Langkah Strategis Selamatkan Jutaan Warga
Analis yang akrab disapa Simon itu menilai bahwa penangkapan ini bukan sekadar tindakan penegakan hukum, tetapi langkah strategis untuk melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.
“Dengan tertangkapnya pelaku besar seperti ini, kita telah mengambil langkah konkret untuk melindungi jutaan warga dari jeratan narkoba. Langkah ini berarti menyelamatkan nyawa dan masa depan bangsa dari kehancuran,” ujarnya.
Sinergi Antarlembaga dan Kerja Sama Internasional
Simon menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi antarlembaga dan lintas negara. Penindakan sindikat narkoba internasional hanya bisa tercapai melalui koordinasi BNN, kepolisian, badan intelijen, serta kerja sama internasional melalui Interpol.
“Penangkapan ini menunjukkan bahwa pemberantasan narkoba dapat dilakukan dengan kerjasama lintas sektor dan lintas negara yang kuat. Sinergi, koordinasi, dan komitmen bersama dari banyak pihak sangat dibutuhkan,” tambah Simon.
Momentum Titik Balik Perang Melawan Narkoba
Lebih jauh, Simon mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung pemberantasan narkoba, tidak hanya dari sisi penegakan hukum, tapi juga pencegahan dan rehabilitasi.
“Kita harus memastikan bahwa jaringan narkoba, domestik maupun internasional, tidak diberikan ruang. Upaya penyelamatan tidak sebatas penangkapan, tapi juga pada rehabilitasi dan pencegahan agar masyarakat terlindungi seutuhnya,” jelasnya.
Simon berharap keberhasilan ini menjadi titik balik dalam perang terhadap narkoba di Indonesia. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan penguatan sinergi lintas sektor agar generasi muda bangsa tetap terlindungi dari dampak buruk narkotika.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










