BLORA, Harianmuria.com – Hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilakukan Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora mengungkap fakta mengejutkan: 2.403 anak usia sekolah di Kabupaten Blora terpantau sebagai perokok aktif.
Data ini didapat dari pelaksanaan CKG hingga September 2025 yang telah menjangkau 54,2 persen dari total penduduk Blora yang berjumlah 925 ribu jiwa. Dari 139.278 anak sekolah yang ikut CKG, tercatat 2.403 berstatus perokok aktif.
Dinkesda Terkejut Banyak Perokok Aktif di Usia Sekolah
Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora, Edi Widayat, mengaku kaget dengan hasil pemeriksaan kesehatan tersebut, yang menunjukkan cukup tingginya angka perokok aktif pada anak-anak sekolah.
“Kami terkejut dan tidak sesuai prediksi. Kami terkejut dan tidak sesuai prediksi. Anak usia sekolah ternyata terpapar rokok dan menjadi perokok aktif. Rinciannya 229 siswa SD, 1.319 siswa SMP, dan 855 siswa SMA,” ungkap Edi, Kamis, 25 September 2025.
Intervensi Lewat Sekolah dan Keluarga
Menindaklanjuti temuan tersebut, Dinkesda Blora tengah melakukan intervensi di lingkungan sekolah dan keluarga, dengan pendekatan edukatif dan psikologis untuk mengurangi kebiasaan merokok sejak dini.
“Intervensi bukan sekadar pengobatan. Kami lakukan edukasi untuk mengurangi kecemasan dan dorongan merokok,” jelas Edi.
Penyuluhan Bahaya Rokok untuk Pelajar
Dinkesda juga melakukan penyuluhan spesifik pada pelajar yang masih aktif merokok. Materi edukasi meliputi bahaya rokok sejak usia muda, kandungan zat berbahaya dalam rokok, serta efek jangka panjang terhadap kesehatan.
“Kami sampaikan langsung ke anak-anak mengenai bahaya merokok sejak usia muda. Harapannya mereka bisa sadar dan berhenti,” pungkasnya.
Penyakit Tidak Menular Juga Muncul
Selain kasus anak perokok, CKG juga menemukan indikasi penyakit tidak menular pada kalangan pelajar, seperti diabetes dan hipertensi. “Banyak anak-anak sudah terpantau kadar gulanya tinggi,” jelas Edi.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










