SEMARANG, Harianmuria.com – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pompanisasi guna mempercepat penanganan banjir yang masih merendam sejumlah wilayah di Kota Semarang dan Kabupaten Demak.
Pembentukan tim khusus ini diharapkan mampu mempercepat proses penyedotan air dan mengoptimalkan kinerja pompa yang ada di lapangan.
Satgas Dipimpin Kalakhar BPBD Jateng
Gubernur Luthfi menunjuk Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas C Penangguhan, sebagai Ketua Satgas Pompanisasi.
“Pak Bergas dapat tambahan tugas baru, yaitu komandan pompa Jawa Tengah, untuk memanajemen dan mengoptimalkan fungsi pompa di wilayah terdampak,” ujar Luthfi dalam rapat koordinasi penanganan banjir Semarang-Demak di Kantor Gubernur Jateng, Rabu, 29 Oktober 2025.
Saat ini, 38 unit pompa telah diaktifkan di wilayah Kota Semarang. Sementara di Kabupaten Demak, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY membangun sodetan sepanjang 170 meter dengan dua pompa berkapasitas 500 liter per detik.
Wilayah Prioritas: Genuk dan Sayung
Luthfi menegaskan bahwa dua daerah utama, yakni Genuk (Semarang) dan Sayung (Demak) menjadi fokus utama penanganan. Kedua wilayah ini merupakan jalur vital konektivitas dan pusat industri, termasuk pabrik Polytron yang terdampak banjir cukup parah.
“Beberapa kabupaten memang terdampak, tapi yang menjadi prioritas utama kita adalah wilayah Sayung dan Genuk,” tegasnya.
Baca juga: Banjir Semarang-Demak: Pemprov Jateng Kerahkan 8 Pompa dan Bantuan Logistik
Manajemen Pompa Jadi Kunci Efektivitas
Ketua Satgas Pompanisasi, Bergas C Penanggungan, menilai bahwa solusi tercepat dalam menangani banjir adalah mengoptimalkan fungsi pompa air secara efektif.
“Kalau bicara pompa, maka butuh efektivitas. Artinya manajemen pompa ini harus ada, agar kerja pompa tidak sia-sia,” ungkap Bergas.
Ia menambahkan, di Semarang terdapat berbagai pompa dengan kapasitas mulai 150 hingga 1.000 liter per detik. Tim Satgas akan melakukan pengaturan dan pemantauan langsung di lapangan agar semua pompa berfungsi maksimal.
Baca juga: Tangani Banjir Sayung Demak, Pemprov Jateng dan Kementerian PU Kebut Proyek Sodetan
Tambahan Pompa dari Kementerian PU
Dukungan juga datang dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Dirjen SDA, Dwi Purwantoro, menyatakan pihaknya akan menambah lima pompa air berkapasitas 2.000 liter per detik dan mengganti pompa tua yang sudah tidak optimal.
“Pompa di Muktiharjo akan segera kami ganti karena sudah rusak. Penggantian ini penting agar sistem pompanisasi berjalan efektif,” ujarnya.
Penanganan Banjir Lebih Cepat
Dengan kolaborasi antara Pemprov Jateng, BPBD, dan Kementerian PU, Satgas Pompanisasi optimistis mampu menuntaskan genangan dengan cepat.
“Satgas akan langsung bergerak. Besok kami rapatkan langkah teknis dan libatkan pemilik-pemilik pompa agar koordinasi lebih efisien,” kata Bergas optimis.
Sumber: Pemprov Jateng/Lingkar Network
Editor: Basuki










