BLORA, Harianmuria.com – Korban jiwa akibat kebakaran sumur minyak ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, bertambah menjadi empat orang. Insiden ini dipicu ledakan gas pada Minggu, 17 Agustus 2025, pukul 11.30 WIB.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, korban terbaru adalah Yeti (30), yang meninggal dunia di RSUP dr Sardjito, Yogyakarta, akibat luka bakar parah pada Jumat malam, 22 Agustus 2025.
4 Korban Meninggal, 1 Balita Masih Dirawat
Sebelumnya, kebakaran telah menewaskan tiga perempuan lanjut usia. Korban pertama Mbah Tanek (60) meninggal di lokasi kejadian, kemudian Mbah Sureni (52) dan adiknya Mbah Wasini (50) meninggal saat dirawat di RSUD dr. R. Soetijono Blora pada Senin, 19 Agustus 2025.
“Saat ini masih ada satu korban balita bernama Abu Dhabi (2) yang dirawat di RSUP dr Sardjito akibat luka bakar,” ujar Agung Triono, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora.
Kebakaran sumur minyak ilegal ini juga menyebabkan kerusakan properti dan hewan ternak. Dua rumah mengalami kerusakan berat, tiga rumah rusak ringan, serta tiga hewan ternak – satu sapi dan dua kambing – mati dalam insiden tersebut.
Warga Dukuh Gendono terdiri dari 300 kepala keluarga KK atau 750 jiwa. Sebanyak 233 orang di antaranya terpaksa mengungsi di rumah kerabat mereka akibat insiden itu.
“Saat ini, kobaran api di lokasi sumur minyak ilegal Desa Gandu belum bisa dipadamkan,” tambah Agung.
Jurnalis: Subekan
Editor: Basuki










