PATI, Harianmuria.com – Sebanyak 3.379 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Pati yang akan membahas rekomendasi pemakzulan Bupati Pati, Sudewo, pada Jumat, 31 Oktober 2025.
Jumlah personel ini jauh lebih besar dibandingkan pengamanan aksi pada 13 Agustus 2025 lalu yang hanya melibatkan 2.684 personel.
Pengamanan Dilakukan Proporsional
Kekuatan pengamanan kali ini melibatkan unsur gabungan dari Polda Jawa Tengah, Polresta Pati, jajaran Polres sekitar, TNI, serta instansi terkait lainnya.
Apel pasukan pengamanan dilaksanakan di Markas Komando Brimob Polresta Pati, Kamis pagi, 30 Oktober 2025, sebagai bentuk kesiapan akhir menghadapi sidang paripurna yang diperkirakan menyedot perhatian publik.
Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, menyampaikan bahwa pengamanan akan dilakukan secara proporsional dan disesuaikan dengan jumlah massa di lapangan.
“Kami pastikan seluruh personel siap mengamankan jalannya sidang dengan profesional. Pengamanan dilakukan sesuai kebutuhan dan situasi di lapangan,” ujarnya.
Baca juga: Polda Jateng Siapkan Pengamanan Humanis untuk Sidang Pansus Hak Angket DPRD Pati
Massa Dipisah untuk Cegah Gesekan
Menurut perkiraan kepolisian, massa dari kelompok Pati Bersatu yang mengawal jalannya sidang akan berjumlah 1.000 hingga 2.000 orang, sedangkan massa pendukung Bupati Pati diperkirakan sekitar 700 orang.
Untuk mencegah bentrokan, kepolisian akan memisahkan posisi kedua kelompok massa.
Massa Pati Bersatu akan ditempatkan di sisi selatan kantor DPRD, sementara massa pendukung Bupati akan berada di sisi utara.
“Langkah ini diambil agar tidak terjadi gesekan. Kami ingin memastikan masyarakat bisa menyampaikan pendapat secara tertib dan aman,” jelas Kapolresta Pati.
Baca juga: Jelang Sidang Paripurna Hak Angket, Gedung DPRD Pati Dipagari Kawat Berduri
Polisi Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi
Kombes Jaka mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi atau melakukan tindakan anarkis seperti yang sempat terjadi pada aksi sebelumnya di bulan Agustus 2025 lalu.
“Pesan kami, aksi besok jangan sampai terulang seperti 13 Agustus. Kami tidak menghendaki masyarakat berbenturan dengan petugas. Petugas dan masyarakat itu saudara,” tegasnya.
Ia juga meminta para peserta aksi untuk bijak dan arif dalam menyampaikan pendapat di muka umum, menjaga suasana damai, dan mengawal jalannya sidang paripurna dengan tertib.
“Harapannya, aksi besok benar-benar kondusif. Kita sudah punya pengalaman ricuh, jangan sampai terjadi lagi,” pungkasnya.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki










